
Ketua Pengurus Pusat IKAPB, Ustadz Muhammad Nadir Umar Basyuaib, mengatakan bahwa, “Hari-hari di Pesantren PERSIS Bangil adalah hari-hari indah dalam kehidupan saya”, ungkapnya. Keindahan yang dirasakannya tentu diaminkan teman-teman semua yang pernah menikmati udara Pesantren Persis Bangil. Suasana belajar sangat indah bersama Ustadz Ghazie AQ., Ustadz Hud Abdullah Musa, Ustadz Umar Fanani, dan asatidz lainnya. Sering pula dijumpai saat-saat pertemuan alumni, hal yang diperbincangkan adalah bagaimana kesan-kesan baik yang begitu melekat. Bahkan kadang kesan yang sangat privat pun dirasakan. Contohnya, ada seorang murid dari Sumatera yang belum mendapat kiriman uang, maka ia pun ‘berani’ meminjam kepada salah satu ustadz yang saat itu baru selesai mengajar.
Itulah, mengapa banyak peristiwa yang sangat berkesan. Ustadz Nadir kemudian melanjutkan kesannya, “Ilmu, kesholehan dan ruhiyah para Asatidz yang ikhlas membina, mendidik dan mengajarkan apa itu Iman dan bagaimana Rasul Shallallahu alaihi wa sallam menerapkan Syariah menjadi pemahaman Fiqh yang melekat dalam sanubari kami”, katanya ketika dihubungi melalui ponsel pintarnya. Beliau pun kemudian mengakhiri beberapa kalimatnya dengan do’a permohonan kepada Allah Ta’ala agar mereka senantiasa diberi rahmat Allah Ta’ala, “Ayyuhal Asatidz yang telah mendahului kita rohimakumullah,
Antumus saabiqun wa nahnu laahiquun”, tutupnya. #humas
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin
Amin yaa Rabb.
Tinggalkan Komentar