Menu
Info Pesantren
Kamis, 01 Jan 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. +62741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. +62742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. +62741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. +62742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

IMAN KEPADA TAKDIR

Terbit : Senin, 28 Juli 2025 - Kategori : Da'wah / Guru

Pandaan – Beriman kepada takdir merupakan rukun iman yang ke-enam. Dalam hadits yang panjang, Jibril ‘alaihissalam bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang Iman, Islam, dan Ihsan.

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: «بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ … قَالَ: أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيْمَانِ، قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ».

“Engkau beriman kepada Allah, malaikat‑malaikat-Nya, kitab‑kitab-Nya, rasul‑rasul‑Nya, kepada hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir, baik maupun buruknya.”

Berdasarkan hadits di atas, urutan enam Rukun Iman adalah:

  1. Iman kepada Allah Ta’ala
  2. Iman kepada Malaikat‑Malaikat-Nya
  3. Iman kepada Kitab‑Kitab-Nya
  4. Iman kepada Rasul‑Rasul-Nya
  5. Iman kepada Hari Akhir (Hari Kiamat)
  6. Iman kepada Qadar (takdir), baik maupun buruknya
    Semua ini merupakan rukun iman sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ saat ditanya oleh Malaikat Jibril.

Hadits ini dikutip Ustadz Hefzi, Lc., dalam khutbah jum’at di Masjid Ar Rohmah, Kemisik, Sumbergedang, Pandaan, Pasuruan, Jum’at, 05 Juli 2024.

Berikut penjelasan tentang iman kepada taqdir Allah Ta’ala.

Berikut penjelasan berkenaan iman kepada takdir (qada dan qadar) sebagai bagian dari rukun iman dalam agama Islam:

📌 Pengertian Iman kepada Takdir (Qada & Qadar)

  1. Qadha adalah ketetapan Allah SWT yang telah dibuat sejak zaman azali—semua hal, baik buruk maupun baik, sudah tertulis dalam Lauh al‑Mahfuz sebelum penciptaanﷻ .
  2. Qadar adalah realisasi dari ketetapan tersebut ke dalam realitas kehidupan, yaitu “ukuran atau kadar” tentang bagaimana ketetapan itu terjadi .
  3. Gabriel bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang pengertian iman, beliau menjawab:
    “Engkau beriman kepada takdir Allah yang baik maupun buruk.” (H.R. Muslim)—menegaskan perlunya meyakini takdir baik dan buruk .

🧬 Esensi Aqidah: Iman yang Sempurna

Beriman kepada qada dan qadar menuntut keyakinan:

  • Bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi dan telah menetapkannya .
  • Tidak ada yang terjadi kecuali atas kehendak-Nya mutlak, baik tindakan manusia maupun hasilnya .

🌱 Hikmah dan Manfaat Beriman kepada Takdir

HikmahPenjelasan
Ketenteraman hatiKeyakinan bahwa segala yang terjadi adalah rencana Allah memberikan rasa tenang dan ikhlas .
Kesabaran dan tawakalSaat menghadapi musibah, mampu bersabar karena meyakini adanya hikmah dari ketetapan-Nya.
Menghindari kesombonganMengakui bahwa kesuksesan bukan semata usaha sendiri, melainkan kehendak Allah .
Optimisme dan syukurBaik dalam kegembiraan maupun kesulitan, tetap bersyukur dan optimis akan rencana terbaik Allah .
Tidak fatalistikMeski yakin pada takdir, tetap berikhtiar dan berusaha, serta bertanggung jawab atas pilihan kita—sebagaimana ‘Umar al-Khattab mengambil langkah untuk menghindari wabah, yaitu “pindah dari satu takdir ke takdir lainnya”.

🧠 Praktik Mengimani Takdir dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Pahami makna qadha dan qadar secara benar, melalui Al‑Qur’an, hadis, dan ajaran para ulama.
  2. Yakini sepenuh hati bahwa semua terjadi atas ketetapan Allah—baik nikmat maupun ujian .
  3. Ikhtiar maksimal sambil bertawakal: usaha dan doa adalah bagian dari takdir .
  4. Terima hasil dengan lapang dada sebagai ketetapan Allah yang terbaik bagi kita .
  5. Beriman tanpa menyalahkan diri atau orang lain atas musibah atau keberhasilan yang datang.

⚠️ Catatan Penting

  • Sebaiknya kita tidak terlalu memperdebatkan konsep takdir hingga menimbulkan kebingungan. Beberapa sarjana menyarankan untuk membatasi diskusi mendalam tentang qadar agar tidak berlebihan .
  • Meskipun Allah telah menetapkan segalanya, manusia tetap bertanggung jawab atas keputusannya. Qadar bukan pembenaran untuk kelalaian atau kesalahan manusia.

✅ Kesimpulan

Iman kepada takdir (qada dan qadar) berarti yakin bahwa segala sesuatu—baik maupun buruk—telah ditentukan oleh Allah sejak awal, namun kita tetap diperintahkan untuk berusaha dan bertawakal. Dengan pemahaman ini, hidup menjadi lebih tenang, tegar, bersyukur, dan tetap humanis dalam tanggung jawab. Ini adalah rukun iman yang tidak lengkap tanpa keyakinan tersebut.

 

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

ADAB TA’LIM WAL MUTA’ALLIM

Oleh : Humas Persis Bangil

AYAT DAN HADITS HARIAN

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter