Menu
Info Pesantren
Jumat, 23 Jan 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. +62741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. +62742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. +62741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. +62742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Sabar yang Menjadi Pondasi Pendidikan Asrama

Terbit : Selasa, 6 Januari 2026 - Kategori : Alumnus / Da'wah / Guru / Kegiatan / Santri

Sabar yang Menjadi Pondasi Pendidikan Asrama

Di balik keteraturan asrama dan rutinitas yang berjalan setiap hari, ada peran besar pengasuh asrama yang sering luput dari sorotan. Mereka hadir sejak pagi hingga malam, menyaksikan santri dalam kondisi paling apa adanya—lelah, rindu rumah, salah paham dengan teman, atau bergumul dengan kedisiplinan diri. Di ruang inilah kesabaran menjadi kunci utama pendidikan.

Mendidik di asrama bukan pekerjaan sekali jadi. Nasihat harus diulang, aturan harus ditegakkan berkali-kali, dan kesalahan yang sama sering terulang. Namun pengasuh yang sabar memahami bahwa perubahan karakter adalah proses panjang. Mereka memilih menegur dengan tenang, membimbing dengan konsisten, dan memberi contoh sebelum menuntut.

Kesabaran pengasuh juga tampak dalam kemampuan membaca keadaan santri. Tidak semua pelanggaran lahir dari pembangkangan; sebagian berasal dari kelelahan, kegelisahan, atau rindu yang tak terucap. Dengan sabar, pengasuh belajar membedakan mana yang perlu ketegasan dan mana yang membutuhkan pelukan moral.

Di asrama, pengasuh adalah orang tua kedua. Mereka menjadi tempat bertanya, mengadu, dan belajar hidup bersama. Sabar dalam mendengar keluhan, sabar dalam membimbing adab keseharian, dan sabar dalam menanamkan nilai-nilai kecil yang kelak membentuk kepribadian besar.

Mungkin santri tidak langsung berubah hari ini. Namun kesabaran yang terus dijaga akan meninggalkan jejak mendalam. Suatu saat, ketika santri telah dewasa dan melangkah jauh, mereka akan mengenang asrama bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ruang pembentukan jiwa—tempat kesabaran pengasuh menjadi fondasi kuat bagi tumbuhnya akhlak dan kedewasaan.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

ASYIK KE TASIK

Oleh : Humas Persis Bangil

SEMANGAT BELAJAR

Oleh : Humas Persis Bangil

SOROGAN KITAB

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter