
Bulan Ramadhan adalah momentum istimewa, bukan hanya bagi santri, tetapi juga bagi orang tua. Liburan bukan berarti berhenti dari pembinaan. Justru di rumah, nilai-nilai yang telah ditanamkan di Pesantren Persis Bangil perlu dilanjutkan dengan bimbingan dan keteladanan orang tua. Ramadhan menghadirkan suasana ibadah yang kuat; inilah kesempatan emas untuk menjaga ritme shalat berjamaah, tilawah, murojaah hafalan, serta adab harian.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahr
im: 6)
Ayat ini menegaskan peran orang tua sebagai pembimbing utama di rumah. Ramadhan juga m
enjadi madrasah ketakwaan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ … لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa… agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan arahan, pengawasan, dan doa orang tua, liburan Ramadhan menjadi ladang pahala dan penguatan karakter. Jika sinergi rumah dan pesantren terjaga, maka waktu liburan akan menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan menuju pribadi yang bertakwa dan berakhlak mulia.
Tinggalkan Komentar