
Liburan Ramadhan bagi santri Pesantren Persis Bangil bukanlah jeda dari pembinaan, melainkan perpindahan ruang pendidikan dari pesantren ke rumah. Di bulan yang penuh berkah ini, rumah seharusnya menjadi madrasah Ramadhan—tempat nilai-nilai yang telah ditanamkan terus dijaga dan diperkuat. Orang tua memiliki peran sentral untuk menjaga ritme shalat berjamaah, tilawah harian, murojaah hafalan, serta pembiasaan adab dalam keseharian.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan iman berada di pundak orang tua. Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk menjalankan amanah tersebut, karena suasana ibadah lebih hidup dan hati lebih mudah tersentuh.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)
Hadits ini menunjukkan pentingnya pembiasaan dan pengawasan dalam ibadah. Dengan bimbingan, keteladanan, dan doa orang tua, rumah akan menjadi tempat tumbuhnya ketakwaan. Pendidikan tidak berhenti ketika santri pulang; justru di rumah, nilai-nilai itu diuji dan dikuatkan, agar Ramadhan benar-benar membentuk pribadi yang lebih dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tinggalkan Komentar