
Ramadhan bukan hanya bulan ibadah personal, tetapi juga bulan penguatan karakter dan kepedulian sosial. Saat santri menjalani liburan di rumah, orang tua dapat melibatkan mereka dalam kegiatan berbagi takjil, membantu tetangga, mendukung kegiatan masjid, atau menyantuni yang membutuhkan. Dari aktivitas sederhana ini tumbuh empati, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali ‘Imran: 92)
Ayat ini mengajarkan bahwa kebaikan sejati lahir dari kepedulian dan pengorbanan. Rasulullah ﷺ juga bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Melalui pembiasaan berbagi di bulan Ramadhan, santri belajar bahwa ibadah tidak hanya hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tetapi juga kepedulian kepada sesama. Liburan pun menjadi sarana membentuk pribadi yang peduli, dermawan, dan siap menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Komentar