
Madiun – Gelaran Turnamen Panahan Tradisional diselenggarakan KORMI Madiun. Sebagaimana diketahui KORMI adalah singkatan dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia, sebuah organisasi keolahragaan nasional yang menjadi wadah tunggal bagi berbagai induk organisasi (INORGA) olahraga masyarakat dan rekreasi di Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan, mengembangkan, dan meningkatkan olahraga di masyarakat guna meningkatkan kesehatan, kebugaran, serta menumbuhkan bakat.
Santri Pesantren PERSIS Bangil ingin menjalani sesi ‘proses’ uji mental dengan mengikuti even yang dilaksanakan Ahad, 26 Oktober 2025 di GOR Pangeran Timoer, Caruban, Madiun. Turun di kelas SMA/ MA tujuh (7) santri ikut menarik busur panah untuk diarahkan ke papan target: Athyrah Zuhrotul Auliya (Malang), Alya Zahira (Situbondo), Fathimah Ar Rahmah (Klungkung), Ziya’ Najma Andalib (Lamongan), Queen Maritza (Denpasar), Nuhailah (Bima, NTB), dan Lathifah Faizatul Nauroh (Kediri).
Dalam even ini santri mendapat kesempatan kualifikasi untuk diambil 16 atlit. Alhamdulillah Alya Zahira dan Queen Maritza berhasil masuk. Di babak penentuan, alhamdulillah Queen berada di posisi ke-13 dan Alya berada di posisi ke-14. Belum lolos ke 10 besar.
Tinggalkan Komentar