
Muktamar XVI Persis memang telah usai. Tasykil Pimpinan Pusat juga telah diumumkan oleh Ketum baru, Dr. Jeje Zaenudin, M. Ag. Dan muktamar itu membawa keberkahan yang begitu meluas. Diantaranya pertemuan dua generasi alumni Pesantren Persis Bangil di Saung Komando, Ciwidey, Bandung.
H. Nip Sutiana, pemilik Saung Komando mengundang Mudir Pesantren Persis Bangil bermalam di tempatnya. Menerka kedekatan H. Nip dengan Ustadz Hefzi, Lc., bukan perkara sulit. Karena berdasarkan silsilah alumni, ternyata H. Nip sekelas dengan Ustadz Ghazie AQ, yang tidak lain adalah ayah dari Ustadz Hefzi.
Pertemuan di Saung Komando tidak bisa lepas dari peran Ustadz Kamaludin dan Ustadz M. Noe’man Zawawy. Keduanya tinggal di Bandung dan saling bertukar informasi. Ketika mendengar kabar sejumlah santri dan asatidz pada Juni 2022 lalu mengadakan rihlah ke Jawa Barat, Ustadz Kamaludin dan Ustadz Noe’man segera melakukan koordinasi agar bisa bersilaturahim dengan H. Nip Sutiana di Ciwidey. Qaddarallah, Juni belum bisa terlaksana. Dan alhamdulillah, pada September 2022 Mudir dan beberapa alumni yang hadir Muktamar bisa bersilaturahim ke Saung Komando.
Dalam foto yang diunggah, terlihat paling kiri berjaket doreng adalah Ustadz Kamaludin, Ustadz Hefzi, Ustadz Nip Sutiana, Ustadz Faizal Hakiem, Ustadz Al Hafid Ibnu Qayyim, dan Ustadz Suud Hasanudin. Kepada persisbangil.sch.id ustadz Qayyim mengatakan, bahwa “Jarak antara generasi kita dengan beliau cukup jauh. Walaupun demikian ajaran Ustadz Abdul Qadir Hassan masih sangat berkesan bagi mereka. Keramahan Ustadz Abdul Qadir Hassan dalam memperlakukan murid-muridnya. Ingatan tentang pesantren (adalah) tempat kuliner mereka.”
Tinggalkan Komentar