
Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat ikatan hati antara orang tua dan anak. Di sela-sela ibadah, orang tua dapat memperbanyak doa untuk kebaikan dan masa depan ananda, sekaligus membangun komunikasi yang hangat tentang cita-cita, tanggung jawab, dan harapan hidupnya. Doa dan dialog yang tulus akan menumbuhkan rasa percaya diri serta arah hidup yang lebih jelas bagi santri.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabadikan doa orang tua dalam Al-Qur’an:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang tetap mendirikan shalat, dan demikian pula anak keturunanku. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ…
“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi: doa orang tua untuk anaknya…” (HR. Abu Dawud)
Dengan doa yang tulus dan komunikasi yang penuh kasih, Ramadhan menjadi ruang membangun masa depan. Sinergi antara cinta, nasihat, dan doa akan menguatkan langkah santri menuju pribadi yang saleh, tangguh, dan bermanfaat bagi umat serta bangsa.

Tinggalkan Komentar