
Alhamdulillah kami dari IKAPB Mesir telah menyelenggarakan seminar dengan konsep Talk show bersama Ustadz Izzudin Al Qassam Bahalwan alumni Pesantren Persis Bangil yang sedang berkiprah di Majelis Ulama Indonesi (MUI) serta membersamai beliau yaitu doktor Fery Ramadansyah selaku founder Muslim Cendikia Center (MCC ).
Di awal ustadz Izzudin menyebutkan bahwa orang yang ahli fiqih itu banyak, orang yang ahli hadits juga banyak tapi orang yang mampu menjawab persoalan masyarakat dengan komprehensif dan sesuai itu tidaklah banyak, beliau juga menjelaskan bagaimana MUI dalam mengambil fatwa, serta metedologi apa yang mereka ambil dalam mengeluarkan fatwa itu harus berjangka panjang dan moderat, dengan menyebutkan beberapa persoalan yang sebelumnya MUI sudah keluarkan diantaranya; fatwa tentang kasus vaksin astrazaneca , hukum transplantasi rahim, penggunaan produk israel dan lain sebagai nya begitu juga dengan fatwa yang akan mereka putuskan tentang hukum salam dalam lintas agama.
Beliau juga mengatakan bahwa penting bagi kita untuk menyelaraskan perihal fiqih aqidah dan akhlaq , karena orang yang terlalu fiqih sentris tanpa melihat aqidah dan akhlaq menjadi tasahul (menggampangkan persoalan) dan orang yang terlalu aqidah sentris dengan tidak melihat sudut pandang fiqih menjadi keras atau syaddid dalam menghadapi persoalan publik. (Reporter: Izza – Foto: Mabrur, Cairo)
Tinggalkan Komentar