
Amanah Umat dan Tanggung Jawab Santri
Peralatan inventaris di pesantren adalah milik umat yang dititipkan untuk kemaslahatan bersama. Merusak, mencoret, atau menyalahgunakan fasilitas—termasuk tindakan vandalisme—bukan hanya melanggar tata tertib, tetapi juga mengkhianati amanah. Islam menegaskan larangan merusak dan berbuat sewenang-wenang terhadap hak bersama.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.” (QS. Al-A‘raf: 56)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Santri yang menjaga inventaris menunjukkan akhlaq, empati sosial, dan kesadaran akan hak orang lain. Kepedulian ini menjadi indikator kedewasaan dan kesiapan santri hidup bermasyarakat dengan amanah dan tanggung jawab.
Tinggalkan Komentar