
🎭 Judul: “Selembar Kerudung di Jemuran”
🕐 Durasi: ±2 menit
👭 Pemeran:
🌸 Sinopsis Singkat:
Sebuah kesalahpahaman kecil tentang kerudung di jemuran justru menjadi pelajaran besar tentang keikhlasan, tanggung jawab, dan ukhuwah di pesantren.
🎬 Naskah Pendek:
Narator:
Pagi itu, suasana asrama riuh seperti biasa. Tapi di jemuran belakang, ada yang mulai panas — bukan matahari, tapi hati.
Alya:
(berteriak kecil)
Lho, iki kerudungku kok ilang siji? Padahal tak jemur bareng!
Nisa:
(tenang, menunduk sambil melipat pakaian)
Coba dicari lagi, mungkin ketiup angin, Ly.
Alya:
(lirik tajam)
Jangan-jangan… kamu yang pakai, Nis. Warnanya kan mirip punyamu.
Nisa:
(kaget dan sedikit tersinggung)
Astaghfirullah, Alya. Aku nggak bakal ngambil barang orang.
(ketegangan sejenak)
Ustadzah Hana datang
Ada apa ini pagi-pagi sudah tinggi nadanya?
Alya:
(merengut)
Ustadzah, kerudung saya hilang. Saya kira Nisa yang ambil.
Ustadzah Hana:
(tersenyum lembut)
Kalian tahu? Di pesantren, yang hilang bukan cuma barang. Kadang sabar juga bisa hilang kalau hati nggak dijaga.
(hening sebentar)
Nisa:
(maju pelan)
Maaf, Alya. Kalau aku bikin kamu curiga.
Alya:
(merasa bersalah)
Aku yang salah, Nis. Belum apa-apa sudah nuduh.
(Tiba-tiba santri lain datang membawa kerudung)
Santri lain:
Eh, ini kerudung siapa? Ketemu di belakang mushalla.
Alya:
(tertawa malu)
Lho… ternyata bener ketiup angin.
Ustadzah Hana:
(tersenyum bijak)
Nah, pelajaran hari ini: Yang tercecer jangan cuma kerudung, tapi juga jangan sampai keikhlasan ikut terbang.
Narator:
Dan pagi itu, dua hati kembali terikat — bukan oleh benang jahit, tapi oleh maaf dan kasih dalam persahabatan santri.
💡 Pesan Moral:
Tinggalkan Komentar