Menu
Info Pesantren
Sabtu, 03 Jan 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. +62741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. +62742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. +62741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. +62742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

DRAMA SANTRI

Terbit : Kamis, 16 Oktober 2025

🎭 Judul: “Selembar Kerudung di Jemuran”

🕐 Durasi: ±2 menit

👭 Pemeran:

  1. Nisa – santri rajin tapi sering merasa diremehkan.
  2. Alya – santri ceria tapi agak sembrono.
  3. Ustadzah Hana – pembimbing yang bijak.
  4. (opsional) Narator – untuk pengantar & penutup.

🌸 Sinopsis Singkat:

Sebuah kesalahpahaman kecil tentang kerudung di jemuran justru menjadi pelajaran besar tentang keikhlasan, tanggung jawab, dan ukhuwah di pesantren.

🎬 Naskah Pendek:

Narator:
Pagi itu, suasana asrama riuh seperti biasa. Tapi di jemuran belakang, ada yang mulai panas — bukan matahari, tapi hati.

Alya:
(berteriak kecil)
Lho, iki kerudungku kok ilang siji? Padahal tak jemur bareng!

Nisa:
(tenang, menunduk sambil melipat pakaian)
Coba dicari lagi, mungkin ketiup angin, Ly.

Alya:
(lirik tajam)
Jangan-jangan… kamu yang pakai, Nis. Warnanya kan mirip punyamu.

Nisa:
(kaget dan sedikit tersinggung)
Astaghfirullah, Alya. Aku nggak bakal ngambil barang orang.

(ketegangan sejenak)

Ustadzah Hana datang
Ada apa ini pagi-pagi sudah tinggi nadanya?

Alya:
(merengut)
Ustadzah, kerudung saya hilang. Saya kira Nisa yang ambil.

Ustadzah Hana:
(tersenyum lembut)
Kalian tahu? Di pesantren, yang hilang bukan cuma barang. Kadang sabar juga bisa hilang kalau hati nggak dijaga.

(hening sebentar)

Nisa:
(maju pelan)
Maaf, Alya. Kalau aku bikin kamu curiga.

Alya:
(merasa bersalah)
Aku yang salah, Nis. Belum apa-apa sudah nuduh.

(Tiba-tiba santri lain datang membawa kerudung)

Santri lain:
Eh, ini kerudung siapa? Ketemu di belakang mushalla.

Alya:
(tertawa malu)
Lho… ternyata bener ketiup angin.

Ustadzah Hana:
(tersenyum bijak)
Nah, pelajaran hari ini: Yang tercecer jangan cuma kerudung, tapi juga jangan sampai keikhlasan ikut terbang.

Narator:
Dan pagi itu, dua hati kembali terikat — bukan oleh benang jahit, tapi oleh maaf dan kasih dalam persahabatan santri.

💡 Pesan Moral:

  • Jangan cepat menuduh tanpa bukti.
  • Jaga ukhuwah di asrama.
  • Keikhlasan dan kesabaran adalah “kerudung” sejati yang melindungi hati.

 

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

URGENSI BERMAIN BAGI ANAK

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter