Menu
Info Pesantren
Sabtu, 14 Feb 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Seri 4: Infak dan Kepedulian Sosial – Dari Santri untuk Umat

Terbit : Jumat, 13 Februari 2026

Seri 4: Infak dan Kepedulian Sosial – Dari Santri untuk Umat

Sahabat Santri,
Ramadhan tidak hanya mendidik hubungan kita dengan Allah, tetapi juga memperhalus hubungan kita dengan sesama. Salah satu amalan intinya adalah infak dan kepedulian sosial. Allah ﷻ berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ
(البقرة: 261)

Artinya:
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki.”

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ
(رواه الترمذي)

Artinya:
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.”

Bagi Sahabat Santri, infak bukan soal besar atau kecilnya nominal, tetapi tentang kepekaan hati. Di pesantren, santri dilatih hidup sederhana, berbagi makanan, saling membantu, dan peduli terhadap sesama. Ramadhan memperluas latihan itu ke ruang sosial yang lebih besar: fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat sekitar.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa harta bukan sekadar milik pribadi, tetapi amanah yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Memberi bukan mengurangi, melainkan membersihkan jiwa dari cinta dunia yang berlebihan.

Di Indonesia, sosok A. Hassan menginfakkan hasil penjualan karyanya untuk kemajuan pendidikan pesantren. Ada pula kiprah KH. Ahmad Dahlan yang mencontohkan bagaimana ayat-ayat tentang kepedulian sosial tidak berhenti pada kajian, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata: menolong yang lemah, menguatkan yang tertinggal, dan menjadikan agama sebagai solusi sosial.

Maka Ramadhan adalah saat terbaik bagi santri untuk belajar menjadi manusia yang bermanfaat. Entah melalui infak, tenaga, pikiran, atau sekadar empati—semuanya adalah bentuk khidmah.

Santri PERSIS Bangil tidak cukup dikenal karena ilmunya, tetapi karena kehadirannya dirasakan umat. Dari pesantren, untuk masyarakat. Dari Ramadhan, untuk sepanjang kehidupan.

“Lanjut Seri 5” terakhir sebagai penutup: Menjaga Akhlak dan Lisan – Buah Ramadhan bagi Santri Sepanjang Zaman.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter