Menu
Info Pesantren
Kamis, 01 Jan 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. +62741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. +62742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. +62741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. +62742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

PEMUDA KUNCI INDONESIA EMAS

Terbit : Kamis, 4 September 2025 - Kategori : Da'wah

Pemuda Kunci Indonesia Emas: Peran dan Tantangan di Era Digital

SURABAYA – Dalam kajian Subuh yang disiarkan oleh RRI PRO 1 Surabaya, Rabu (27/8/2025), Ustadz Robby Basyir menyampaikan tausiyah bertema “Energi Pemuda Menyongsong Indonesia Emas”. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki peran sentral dan strategis dalam setiap peradaban, baik dalam sejarah Islam maupun dalam konteks pembangunan bangsa.

Ustadz Robby memulai kajiannya dengan menyoroti bagaimana Al-Quran dan hadits selalu menempatkan pemuda dalam posisi istimewa. Ia mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS yang berani menghancurkan berhala di usia muda, para Ashabul Kahfi yang teguh pada keimanan, hingga penunjukan Usamah bin Zaid sebagai panglima militer di usia 18 tahun oleh Rasulullah SAW.

“Pemuda selalu menjadi sorotan dalam berbagai aktivitasnya, dari level lokal, regional, hingga internasional,” jelas Ustadz Robby. Ia juga mengutip sebuah hadits yang menyebutkan bahwa salah satu dari tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di hari kiamat adalah “pemuda yang tumbuh dan hidup dalam ketaatan kepada Allah.”

Peran Strategis di Antara Dua Fase Kehidupan

Ustadz Robby menjelaskan bahwa pemuda berada di antara dua fase, yaitu fase lemah saat masih anak-anak dan fase non-produktif saat sudah tua. Pada fase pemuda inilah, mereka memiliki kekuatan fisik, kebugaran intelektual, dan semangat idealisme yang berapi-api. Ia juga menyebutkan peran penting pemuda dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, seperti dalam peristiwa Rengasdengklok.

Namun, di balik kekuatan tersebut, pemuda modern menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakstabilan emosional, terbatasnya wawasan agama, dan idealisme yang terkadang tidak selaras dengan realitas sosial. Oleh karena itu, Ustadz Robby menekankan perlunya perubahan signifikan.

“Pemuda harus mampu menjaga keimanannya dan membawa perubahan yang positif. Pembentukan karakter pemuda harus dimulai dari lingkungan, terutama dalam keluarga,” tuturnya.

Tiga Corak Dakwah di Era Teknologi

Ustadz Robby menguraikan tiga corak dakwah yang harus dikuasai pemuda untuk menyongsong Indonesia Emas:
1. Dakwah bil-lisan: Menyampaikan ajaran dengan tutur kata yang baik dan menyentuh hati.
2. Dakwah bil-hal: Menjadi teladan dengan perilaku yang baik.
3. Dakwah bil-qalam: Berdakwah melalui media sosial dan konten digital. Ini menjadi metode yang paling relevan saat ini, karena banyak pemuda yang kini meniru gaya hidup dan bahkan pemahaman agama dari konten yang mereka konsumsi di media sosial.

Menanggapi tantangan pergaulan dan pengaruh media sosial, Ustadz Robby dan pembawa acara (Sari Julia) sepakat bahwa peran keluarga dan lingkungan sangat penting. Ia mengingatkan para pemuda untuk memaksimalkan waktu luang dengan hal-hal positif seperti membaca buku, berdiskusi dengan teman-teman yang saleh, dan menghadiri kajian agama. “Waktu luang adalah waktu yang cukup mengancam bagi kita, jika tidak kita isi dengan baik, kita akan ‘terbunuh’ olehnya,” pungkasnya.

Dengan demikian, mewujudkan “Indonesia Emas 2045” membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas dan kuat, tetapi juga memiliki fondasi agama yang kokoh serta mampu memilih pergaulan dan konten yang bermanfaat. (*)

Firnas Muttaqin
Rabu, 27/8/2025

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

TAUJIH MUDIR

Oleh : Humas Persis Bangil

KISAH DA’WAH SANTRI

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter