
Belajar agama adalah kebutuhan mutlak bagi setiap anak, bukan sekadar pelengkap pendidikan. Agama memberikan fondasi nilai yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak sejak dini. Tanpa pendidikan agama, anak berisiko tumbuh cerdas secara intelektual namun rapuh secara moral dan spiritual.
Di tengah derasnya arus informasi, anak membutuhkan kompas yang jelas untuk membedakan benar dan salah. Pendidikan agama mengajarkan tujuan hidup, tanggung jawab, adab, serta kesadaran bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Nilai kejujuran, disiplin, empati, dan tanggung jawab sosial tidak lahir secara otomatis, tetapi ditanamkan melalui proses pembelajaran agama yang berkelanjutan.
Selain itu, agama membekali anak dengan ketenangan batin dan daya tahan mental. Saat menghadapi kegagalan, tekanan, atau konflik, anak yang memiliki dasar agama lebih siap bersikap sabar dan bijak. Oleh karena itu, belajar agama bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan pokok untuk menyiapkan anak menjadi pribadi utuh—beriman, berakhlak, dan mampu hidup bermakna di tengah masyarakat.
Tinggalkan Komentar