
Ketika sebagian besar aktivitas pesantren mulai tenang dan para santri bersiap beristirahat, ada petugas yang justru memulai tugasnya. Salah satunya adalah Muhammad Rofi’i, petugas keamanan di lingkungan Pesantren PERSIS Bangil.
Beliau berasal dari Rembang, Pasuruan. Dalam kesehariannya, beliau mendapat amanah menjaga keamanan, terutama pada shift malam. Tugas yang mungkin terlihat sederhana, tetapi membutuhkan kewaspadaan, kesabaran, dan tanggung jawab yang tidak ringan.
Di luar tugasnya, beliau dikenal memiliki hobi memancing. Bersama istrinya yang berasal dari Surabaya, beliau membangun keluarga dan dikaruniai dua orang anak.
Menjadi petugas keamanan di lingkungan pesantren putri memiliki tanggung jawab yang khas. Keamanan bukan hanya tentang menjaga pintu gerbang atau memastikan lingkungan tetap terkendali. Lebih dari itu, seorang petugas harus mampu menciptakan rasa aman tanpa menghilangkan rasa nyaman.
Khususnya pada malam hari, petugas keamanan dituntut untuk waspada terhadap lingkungan, mengetahui batas-batas area yang menjadi tanggung jawabnya, berkoordinasi dengan pengasuh, dan segera merespons apabila terjadi keadaan yang membutuhkan penanganan.
Namun keamanan di pesantren putri juga membutuhkan adab dan kehati-hatian dalam berinteraksi. Privasi dan kehormatan santri harus menjadi perhatian utama. Ketegasan diperlukan ketika aturan harus ditegakkan, tetapi tetap harus disertai kesantunan dan penghormatan terhadap lingkungan pendidikan.
Karena itu, petugas keamanan yang baik bukanlah sekadar orang yang berjaga.
Ia adalah penjaga ketenangan.
Ketika santri tidur, ia memastikan lingkungan tetap aman.
Ketika guru dan pengasuh beristirahat, ia tetap waspada.
Ketika terjadi sesuatu yang tidak biasa, ia menjadi salah satu orang pertama yang mengambil tindakan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Dari Muhammad Rofi’i kita belajar bahwa pengabdian tidak selalu berlangsung dalam keramaian.
Ada pengabdian yang justru paling terasa ketika tidak terjadi apa-apa—karena seseorang telah berjaga agar semuanya tetap aman.
Dan setiap malam yang tenang di pesantren, boleh jadi di baliknya ada seseorang yang sedang menjalankan amanah dalam diam.
Tinggalkan Komentar