
Sahabat Santri,
Puncak dari seluruh amalan Ramadhan adalah perubahan akhlak. Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi menahan lisan, emosi, dan sikap. Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
(الأحزاب: 70–71)
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
(رواه البخاري)
Artinya:
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
Bagi Sahabat Santri, menjaga lisan adalah cermin kedewasaan. Di asrama, di kelas, di rumah saat liburan—kata-kata bisa menjadi pahala atau dosa. Ramadhan melatih kita berbicara seperlunya, jujur, santun, dan penuh hikmah.
Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menempatkan bab “Menjaga Lisan” sebagai fondasi akhlak seorang mukmin. Sementara KH Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta‘allim menegaskan bahwa adab lebih tinggi nilainya daripada sekadar ilmu.
Maka Ramadhan harus melahirkan santri yang lebih lembut tutur katanya, lebih sabar sikapnya, dan lebih luas empatinya. Jika setelah Ramadhan lisan masih tajam dan hati masih keras, berarti ada yang belum sempurna dalam puasanya.
1. Doa agar istiqamah dalam ketaatan
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
2. Doa kebaikan dunia dan akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(البقرة: 201)
Artinya: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”
3. Doa untuk sesama muslim
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
(الحشر: 10)
Artinya: “Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman, dan jangan Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki terhadap orang-orang yang beriman.”
Sahabat Santri,
Ramadhan akan berlalu, tetapi akhlak harus menetap. Inilah buah sejati dari shaum, qiyam, tilawah, dan infak. Pesantren PERSIS Bangil berharap setiap santri kembali bukan hanya dengan hafalan yang bertambah, tetapi dengan hati yang lebih bersih dan lisan yang lebih terjaga.
Yaa Allah jadikan kami semua hamba yang taat, saling mendoakan dalam kebaikan, dan istiqamah hingga akhir hayat. Aamiin.
Tinggalkan Komentar