
Buka Bersama dalam Kehangatan Ukhuwah
Ahad sore, 15 Maret 2026, suasana di Masjid Pesantren PERSIS Putri Bangil terasa berbeda dari biasanya. Sejak menjelang waktu berbuka, para guru, karyawan, santri, keluarga besar pesantren, hingga para alumni mulai berdatangan. Mereka berkumpul dalam satu majelis sederhana namun penuh makna: Buka Bersama Keluarga Besar Pesantren PERSIS Bangil.
Kegiatan ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka. Lebih dari itu, ia menjadi momen yang mempertemukan hati-hati yang terikat oleh ukhuwah dan kecintaan terhadap pesantren. Para santri duduk berdampingan dengan para guru, alumni berbincang hangat dengan karyawan pesantren, sementara keluarga besar pesantren turut merasakan suasana kebersamaan yang jarang hadir di hari-hari biasa.
Menjelang adzan maghrib, suasana masjid dipenuhi dengan rasa syukur. Hidangan berbuka yang tersaji adalah bentuk kepedulian para muhsinin yang dengan penuh keikhlasan berbagi rezeki kepada pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Hefzi, selaku Mudir Pesantren PERSIS Bangil, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.
Beliau menuturkan bahwa dukungan para donatur dan muhsinin merupakan bagian penting dalam perjalanan pendidikan di pesantren. Melalui kepedulian mereka, berbagai kegiatan pembinaan santri dapat terus berjalan dengan baik.
Dengan penuh harap beliau mendoakan, semoga para muhsinin senantiasa diberikan keberkahan oleh Allah Ta’ala. Harta yang mereka miliki menjadi harta yang penuh kebaikan, membawa manfaat, dan dilimpahi kemudahan dalam setiap urusan kehidupan.
Doa itu diamini bersama oleh seluruh hadirin yang memenuhi masjid.
Ketika adzan maghrib berkumandang, senyum dan rasa syukur terpancar dari wajah-wajah yang hadir. Mereka berbuka bersama dalam suasana hangat, sederhana, namun sarat kebersamaan.
Di balik hidangan yang tersaji, tersimpan satu pesan yang kuat: bahwa pesantren tidak hanya berdiri oleh bangunan dan program pendidikan, tetapi oleh kebersamaan, kepedulian, dan doa dari banyak hati yang mencintainya.
Momen buka bersama itu pun menjadi pengingat bahwa di bulan Ramadhan, kebaikan tidak hanya mempererat hubungan dengan Allah, tetapi juga menguatkan ikatan persaudaraan di antara sesama.

Tinggalkan Komentar