Menu
Info Pesantren
Senin, 18 Mei 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

“Adab Lebih Tinggi dari Ilmu”

Terbit : Minggu, 19 April 2026

“Adab Lebih Tinggi dari Ilmu”

Pagi itu, beberapa santri duduk di serambi asrama Pesantren PERSIS Bangil. Obrolan mereka mengarah pada sebuah video yang sempat viral—tentang sejumlah siswa-siswi yang bersikap tidak pantas kepada gurunya di sebuah sekolah.

Nabil membuka pembicaraan, “Kalian lihat video itu? Jujur, rasanya nggak nyaman banget.”

Ridho menghela napas. “Iya. Terlepas dari apa pun masalahnya, sikap ke guru seperti itu jelas nggak pantas.”

Fahim menambahkan, “Yang bikin miris, ini bukan cuma soal satu kejadian. Tapi soal bagaimana adab mulai dianggap sepele.”

Azrul menatap serius. “Padahal dalam Islam, adab itu pondasi. Ilmu tanpa adab bisa jadi rusak.”

Utbah mengangguk. “Guru itu memang manusia, bisa salah. Tapi bukan berarti kita bebas menghina atau merendahkan.”

Zuhal menimpali, “Kalau ada yang salah dari guru, ada cara yang baik untuk menyampaikan. Bukan dengan mempermalukan.”

Adib berkata pelan, “Aku jadi mikir… jangan-jangan ini juga jadi pengingat buat kita. Jangan sampai kita merasa lebih tahu, lalu kehilangan rasa hormat.”

Abi tersenyum tipis. “Kadang kita nggak sadar, sikap kecil seperti membantah dengan nada tinggi, atau cuek saat dinasihati, itu juga bentuk kurang adab.”

Bagus menambahkan, “Benar. Adab itu bukan cuma soal tindakan besar. Tapi juga cara bicara, cara mendengar, bahkan cara memandang guru.”

Kafka menatap teman-temannya. “Kalau kita ingin ilmu kita berkah, maka kuncinya ada di adab kepada guru. Itu yang sering kita dengar, tapi kadang belum kita jaga sepenuhnya.”

Nabil kembali bicara, “Tapi di sisi lain, ini juga jadi bahan introspeksi bagi para pendidik. Mungkin perlu pendekatan yang lebih bijak, lebih memahami kondisi siswa.”

Ridho mengangguk. “Iya. Hubungan guru dan murid itu dua arah. Harus saling menjaga.”

Fahim menambahkan, “Guru memberi ilmu dengan kasih sayang, murid menerima dengan hormat. Di situ letak keberkahan.”

Azrul tersenyum kecil. “Kalau salah satu hilang, keseimbangan rusak.”

Utbah menyimpulkan, “Jadi intinya, kita nggak cukup hanya mengecam. Tapi juga harus memperbaiki diri.”

Zuhal berkata pelan, “Mulai dari hal sederhana: mendengar dengan baik, tidak memotong pembicaraan, dan menjaga tutur kata.”

Adib menambahkan, “Dan selalu ingat, tanpa guru, kita nggak akan sampai di titik ini.”

Suasana hening sejenak. Bukan karena kehabisan kata, tapi karena semua sedang merenung.

Nabil menutup percakapan dengan tenang, “Semoga kita dijaga dari sikap meremehkan guru. Karena siapa yang tidak menghormati gurunya, bisa jadi tidak akan mendapatkan keberkahan ilmunya.”

Mereka pun saling berpandangan.
Bukan untuk menghakimi orang lain, tapi untuk menguatkan diri sendiri—
bahwa adab adalah cermin kemuliaan, dan ia harus dijaga sebelum, selama, dan setelah menuntut ilmu.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

MERDEKA

Oleh : Humas Persis Bangil

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITHRI

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Adap dan ilmu
Orang beradap pasti berilmu dan orang berilmu itu belum tentu beradap,seperti hal’nya jika kalimat ini;jika kalian beriman pada hari akhir maka berkatalah yang baik atau diam.Ini sama hal”nya juga dengan istilah adap dan ilmu,jika kita beriman ya tentunya kita pasti bisa menjaga dan tau batasan” mana yang boleh dan mana yang boleh dilakukan baik itu dalam ucap tingkah laku dan perbuatan.Jika misal ada disekitar kita masih ada yang kurang baik dalam berucap atau’pun dalam bertingkah laku ya kita tak bisa berfikir negatif tentang’nya,kita.doakan saja yang terbaik buat dia.Jika kita misal kita menilai dan berfikir negatif tentang dia,apa beda kita dengan dirinya.Karena kita punya Adap pasti kita berilmu,dan kita mesti tau apa yang mesti dilakukan.
Adap dan ilmu
Kita mesti berhati-hati,jangan sampai kita mendzolimi orang lain baik dengan ucap ataupun tingkah laku kita,karena doa orang yang terdzolimi diijabah doa’nya.Maka kita harus benar” bisa menjaga diri baik”,jangan sampai kita dalam berucap dan bertingkah laku menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain.Mungkin ia diam,tapi kan kita tak tau mungkin diper-tiga malam ia mengadu kepada Alloh swt.dengan tetes air mata…”
Ya tugas kita pada diri sendiri,kita jadikan banyak contoh negatif diluar sana kita jadikan tamparan buat diri pribadi kita jangan sampai kita melakukan hal macam bodoh seperti itu.Sadarkan diri dan berfikir positif dengan keadaan semacam itu,jangan sampai kita melakukan hal kiranya hanya akan merusak iman kita,yang hanya akan mencoreng nama baik keluarga dan guru” kita dan mencoreng nama baik akan dimana kita menuntut ilmu.
Dalam kita berkawan’pun dengan siapapun kita berkawan harus tetap menjunjung tinggi akan akan nilai” norma yang ada,jaga tutur kata,sopan santun dan dalam kita bertingkah laku harus bisa mengontrol dengan baiknya.
Apalagi dengan seorang GURU dimana setiap ucap’nya adalah doa,jadi kita harus benar” bisa menjaga perasaan’nya jangan sampai buat ia kecwa dan sakit hati.Karena sekali lagi doa orang yang terdzolimi diijabah doa’nya.
Pesan buat Dek Adek santri,jadikan Guru,ustazd itu orang tua kedua kalian,patuh dan taati mereka.Jadikan mereka panutan jangan sampai kalian buat mereka berfikir(sedih),karena orang tua kalian sudah pasrahkan untuk belajar menimba ilmu ditempat ini maka gunakan waktu sebaik mungkin,jangan buat orang tua merasa kecewa dengan sikap kalian.Tugas kalian disini hanya satu belajarlah dengan giat,karena ini jua demi masa depan kalian juga untuk menyapa masa depan yang gemilang.Kalian sukses ya untuk kalian sendiri,kalian pintar ya kalian sendiri yang untung?tugas Guru cuman satu menjaga amanah para orang tua,jadi kalian juga harus ikut berperan menjaga akan amanah itu sendiri.Jangan patahkan keyakinan mereka hanya karena kalian tak bisa mengontrol emosi,jaga adap dan ilmu kalian sebaik mungkin.Hormati Guru kalian sebagaimana kalian patuh pada kedua orang tua.
Buat Dek Ridho khusus’nya,semangat terus belajarnya…aku harap kamu disitu selalu dalam keadaan baik” saja,sehat selalu dan Alloh swt.selalu jaga kamu.aamiin…”
Doa terbaik’ku selalu menyertai’mu…”
Asaalaamualaikum.

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter