
Di sebuah pesantren ada seorang santri yang terkenal sangat rajin… merencanakan.
Namanya Salim.
Setiap hari ia memiliki kalimat andalan:
“Besok saja.”
Ketika temannya berkata,
“Salim, ayo kita belajar sebelum ujian.”
Salim tersenyum santai.
“Tenang… besok masih ada waktu.”
Saat pengurus mengingatkan,
“Jangan lupa piket membersihkan halaman.”
Salim menjawab ringan,
“Iya… besok saja sekalian.”
Ketika ustadz menasihati,
“Anak-anak, waktu muda adalah waktu terbaik menuntut ilmu.”
Salim mengangguk penuh semangat.
“Iya ustadz, saya setuju sekali… mulai besok!”
Hari-hari berlalu.
Teman-temannya mulai hafalannya bertambah,
kitab mereka penuh catatan,
dan halaman pesantren terlihat lebih bersih.
Sementara Salim masih setia dengan rencana besarnya.
Suatu hari ia berkata bangga,
“Saya ini sebenarnya punya banyak rencana kebaikan.”
Temannya bertanya,
“Lalu kenapa belum dilakukan?”
Salim menjawab dengan tenang,
“Karena saya sedang menunggu waktu yang tepat.”
Temannya tersenyum lalu berkata pelan,
“Waktu yang tepat itu sebenarnya sudah datang sejak kemarin.
Hanya saja… kamu selalu menyuruhnya datang besok.”
Sejak itu para santri sering bercanda,
“Kalau ingin menunda sesuatu, tanya saja Salim.
Dia adalah pakar kebaikan yang selalu dijadwalkan besok.”
Padahal semua orang tahu,
kebaikan yang selalu ditunda
sering kali berakhir
tidak pernah dilakukan sama sekali.
Tinggalkan Komentar