Menu
Info Pesantren
Senin, 03 Agu 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Dari Kota Santri Menuju Rumah Pengabdian

Terbit : Senin, 3 Agustus 2026 - Kategori : Alumnus / Da'wah / Guru / Kegiatan / Kompetisi / Santri

Ustadz Eko Purwohadi, A.Md.

Dari Kota Santri Menuju Rumah Pengabdian

Di Jawa Timur, terdapat dua daerah yang memiliki kedekatan dengan tradisi pendidikan Islam. Jombang dikenal luas sebagai Kota Santri, tempat tumbuh dan berkembangnya banyak pesantren besar yang telah melahirkan ulama, cendekiawan, dan tokoh bangsa. Sementara Bangil, meski berukuran lebih kecil, memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat pendidikan Islam modern melalui kehadiran Pesantren PERSIS Bangil yang sejak masa A. Hassan terus melahirkan kader-kader dakwah dan pendidik.

Di antara dua kawasan yang sama-sama bertumbuh dalam atmosfer keilmuan itulah perjalanan hidup Ustadz Eko Purwohadi, A.Md. terbentuk.

Beliau lahir di Jombang, kemudian menempuh pendidikan di Pesantren PERSIS Bangil hingga lulus pada tahun 2000. Angkatan beliau menjadi salah satu angkatan yang cukup berkesan, dengan jumlah lulusan sebanyak 26 santri. Dari lingkungan pesantren inilah beliau tidak hanya memperoleh bekal ilmu agama, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang siap mengabdikan diri melalui bidang keahlian yang ditekuninya.

Sesuai latar belakang pendidikannya, Ustadz Eko dipercaya mengampu mata pelajaran Teknologi Informatika dan Komputer (TIK). Di era digital, mata pelajaran ini memiliki peran yang semakin strategis. Santri tidak hanya dituntut memahami teknologi sebagai pengguna, tetapi juga diarahkan agar mampu memanfaatkannya secara produktif, bertanggung jawab, dan selaras dengan nilai-nilai Islam.

Perjalanan pengabdian beliau sempat membawanya ke Palembang. Namun, sebagaimana banyak alumni Pesantren PERSIS Bangil yang memilih kembali ke almamaternya, beliau pun pulang ke Bangil untuk meneruskan estafet pendidikan kepada generasi berikutnya.

Kini beliau menetap di Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, tidak jauh dari pesantren yang dahulu membentuk karakter dan perjalanan intelektualnya. Dari tempat itulah setiap hari beliau berangkat untuk mendidik para santri, mengajarkan keterampilan teknologi sekaligus menanamkan tanggung jawab dalam menggunakannya.

Selain mengajar, Ustadz Eko juga mendapat amanah sebagai Koordinator Penyusunan Makalah Santri Kelas 6 Putra dalam Tim Ujian Pesantren. Tugas ini menempatkan beliau pada salah satu tahapan penting dalam proses pendidikan, yakni membimbing santri menyusun karya ilmiah yang menjadi puncak pembelajaran mereka di pesantren.

Bagi beliau, teknologi dan tradisi ilmiah bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya saling menguatkan. Teknologi membantu santri mengakses pengetahuan dengan lebih luas, sementara tradisi ilmiah mengajarkan mereka untuk berpikir kritis, meneliti dengan jujur, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Perjalanan Ustadz Eko memperlihatkan bahwa seorang alumni tidak hanya membawa kenangan dari pesantrennya.

Ia membawa pulang ilmu.

Lalu kembali untuk menanamkan ilmu itu kepada generasi setelahnya.

Dari Jombang, kota yang dikenal dengan denyut kehidupan pesantrennya, beliau datang ke Bangil, kota yang kemudian menjadi rumah pengabdian.

Dan dari ruang-ruang kelas teknologi hingga pembimbingan makalah santri, beliau membuktikan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya lahir dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari guru yang bersedia mengabdikan keahlian dan waktunya demi melahirkan generasi muslim yang berilmu, terampil, dan berintegritas.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

PONDOK RAMADHAN KE-3

Oleh : Humas Persis Bangil

PROSPEKTUS KULIAH DI AL AZHAR

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter