
Jejak Pengabdian Ramadhan di Wonosobo: Belajar Mengabdi, Menyatu dengan Umat
Sejak tiba di Wonosobo pada 16 Februari 2026, santri peserta Program Latihan Khidmah Jam’iyyah (PLKJ) Pesantren PERSIS Bangil menerima pengarahan dari koordinator lapangan, Ustadz Muhtarom dan Ustadz Rohmad Hamidi. Keduanya, yang merupakan alumnus pesantren, memberikan arahan teknis sekaligus motivasi ruhiyah kepada para santri sebelum mereka menjalankan amanah pengabdian di berbagai lokasi. Arahan tersebut menjadi bekal penting agar santri mampu berdakwah dengan hikmah, berinteraksi santun, dan menghadirkan nilai-nilai Islam yang menyejukkan di tengah masyarakat.
Saat tulisan ini disusun, kegiatan di masing-masing lokasi telah memasuki hari kelima sejak kedatangan. Hari-hari pengabdian ini tidak hanya diisi dengan aktivitas dakwah dan pembinaan, tetapi juga pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan warga. Santri yang ditempatkan di Kepil, misalnya, mendapat fasilitas rumah untuk ditempati. Rumah itu tidak sekadar menjadi tempat beristirahat, tetapi juga ruang kebersamaan. Rekan santri dari lokasi lain kerap berkunjung dan bermalam, mempererat ukhuwah di antara mereka.
Kebersamaan dengan warga semakin terasa melalui obrolan hangat selepas shalat tarawih dan tadarus Al-Qur’an. Dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan, santri belajar memahami kehidupan masyarakat, mendengar kisah mereka, serta merasakan indahnya kebersamaan dalam ibadah Ramadhan. Momen-momen inilah yang menjadikan pengabdian bukan sekadar program, tetapi perjalanan pembelajaran jiwa.
Santri peserta PLKJ bersama para pembimbing, di bawah kepemimpinan Ustadz Arie Prima Rahmatullah, Lc., memanjatkan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kelancaran kegiatan hingga hari ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh masyarakat Wonosobo yang telah menerima kehadiran santri dengan penuh kehangatan, serta kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Segala keterbatasan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Insya Allah, pengabdian ini akan berlangsung hingga 12 Maret mendatang. Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan menjadi amal kebaikan, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan keberkahan bagi santri, masyarakat, dan umat secara luas.

Tinggalkan Komentar