Menu
Info Pesantren
Sabtu, 11 Apr 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Menjaga Tali yang Menyambung Hati

Terbit : Selasa, 17 Maret 2026 - Kategori : Alumnus / Da'wah / Guru / Reuni / walisantri

Menjaga Tali yang Menyambung Hati

Suatu sore yang tenang di halaman rumah, seorang anak bertanya kepada ayahnya, “Ayah, mengapa kita sering berkunjung ke rumah paman, bibi, dan saudara yang jauh?” Sang ayah tersenyum, lalu menjawab dengan lembut, “Nak, itu namanya silaturahim. Dengan silaturahim, hati manusia tetap terhubung meski jarak memisahkan.”

Silaturahim adalah salah satu ajaran penting dalam Islam. Ia bukan sekadar bertemu atau bertukar kabar, tetapi juga menjaga hubungan baik, mempererat kasih sayang, dan menghilangkan prasangka di antara sesama. Ketika seseorang datang menyapa saudaranya, menanyakan kabarnya, atau sekadar mengirim pesan penuh doa, sebenarnya ia sedang menanam benih kebaikan yang besar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk menjaga hubungan kekeluargaan. Dalam kehidupan sehari-hari, silaturahim membuat hubungan antar manusia menjadi lebih hangat. Permasalahan yang mungkin muncul dapat diselesaikan dengan dialog dan saling memahami. Rasa peduli dan empati pun tumbuh di antara mereka yang saling berkunjung dan saling mendoakan.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa silaturahim membawa keberkahan. Orang yang gemar menyambung tali persaudaraan akan merasakan keluasan rezeki dan keberkahan umur. Bukan berarti hidupnya menjadi tanpa masalah, tetapi Allah memberikan ketenangan hati dan kemudahan dalam banyak urusan.

Di zaman yang serba sibuk ini, silaturahim kadang terasa semakin jarang dilakukan. Kesibukan pekerjaan dan aktivitas sering membuat seseorang lupa menyapa kerabatnya. Padahal, terkadang hanya dengan sebuah kunjungan singkat, sebuah telepon, atau pesan yang penuh perhatian, hubungan yang lama terdiam dapat kembali hangat.

Silaturahim pada akhirnya bukan hanya tentang menjaga hubungan dengan manusia, tetapi juga bagian dari ketaatan kepada Allah. Ia mengajarkan kita untuk rendah hati, saling memaafkan, dan menghargai keluarga serta sesama.

Karena itu, setiap langkah menuju rumah saudara, setiap sapaan yang tulus, dan setiap doa yang dipanjatkan untuk orang lain adalah bagian dari upaya menjaga tali yang menyambung hati. Dari situlah lahir kedamaian dalam keluarga dan keberkahan dalam kehidupan.

 

Foto: KH. Aceng Zakaria dan Ustadz Al Hafiz Ibnu Qayyim, keduanya ahli silaturahim.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

KUNJUNGAN KASI PENDMA KEMENAG PASURUAN

Oleh : Humas Persis Bangil

K.H. SYUHADA BAHRI BERPULANG

Oleh : Humas Persis Bangil

Kedudukan Puasa Ramadhan dalam Islam

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter