Menu
Info Pesantren
Kamis, 23 Apr 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Membangun Kualitas Pendidikan: Tanggung Jawab Bersama, Ikhtiar Jangka Panjang

Terbit : Kamis, 23 April 2026 - Kategori : Da'wah / Guru / Santri / walisantri

Membangun Kualitas Pendidikan: Tanggung Jawab Bersama, Ikhtiar Jangka Panjang

Keluhan tentang menurunnya kualitas pendidikan kian sering terdengar, bahkan di lembaga Islam seperti pesantren. Gejalanya beragam: melemahnya adab, kurangnya kedalaman ilmu, hingga menurunnya kesungguhan belajar. Namun, persoalan ini tidak bisa dipandang secara parsial. Ia adalah hasil dari banyak faktor yang saling terkait—budaya, keluarga, sistem, hingga tantangan zaman. Karena itu, upaya memperbaikinya pun harus bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.

Langkah pertama adalah menyadari bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses pembentukan manusia. Adian Husaini menekankan pentingnya adab sebagai fondasi pendidikan. Tanpa adab, ilmu kehilangan arah. Pesantren sejatinya memiliki kekuatan besar dalam hal ini: tradisi pembinaan akhlaq, kedekatan guru dan santri, serta lingkungan yang religius. Namun, semua itu perlu terus dijaga dan diperkuat agar tidak tergerus arus pragmatisme.

Di sisi lain, Arif Rachman, seorang ahli pendidikan, mengingatkan bahwa kualitas pendidikan juga sangat bergantung pada profesionalitas dan keteladanan pendidik. Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembimbing dan teladan. Maka peningkatan kompetensi, integritas, serta kesejahteraan guru menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Guru yang baik akan melahirkan generasi yang baik.

Jika menengok warisan ulama terdahulu, seperti Imam Al-Ghazali, pendidikan selalu dimulai dari penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Beliau menegaskan bahwa tujuan utama ilmu adalah mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar prestasi duniawi. Perspektif ini penting untuk mengembalikan ruh pendidikan, agar tidak terjebak pada formalitas dan angka-angka semata.

Namun, lembaga pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Peran orang tua sangat menentukan. Rumah adalah madrasah pertama. Jika nilai-nilai yang diajarkan di pesantren tidak diperkuat di rumah, maka hasilnya tidak akan maksimal. Orang tua perlu hadir, mengawasi, mendoakan, dan memberikan teladan yang sejalan dengan pendidikan anak.

Lebih luas lagi, stakeholder pendidikan—pemerintah, masyarakat, alumni, dan lingkungan sekitar—memiliki tanggung jawab kolektif. Dukungan kebijakan, fasilitas, serta budaya sosial yang mendukung pendidikan sangat berpengaruh. Pendidikan yang baik tidak tumbuh di ruang hampa; ia hidup dalam ekosistem yang sehat.

Dari sisi individu santri, kunci utamanya adalah kesadaran dan kesungguhan. Tidak ada sistem yang mampu menggantikan niat yang lemah. Santri harus memiliki tujuan belajar yang jelas, menjaga adab, serta membangun kebiasaan disiplin. Di sinilah pendidikan karakter benar-benar diuji.

Sementara itu, lembaga perlu melakukan evaluasi berkelanjutan: memperbaiki kurikulum, memperkuat pembinaan akhlaq, meningkatkan kualitas pengajaran, serta membangun budaya belajar yang hidup. Inovasi penting, tetapi tidak boleh meninggalkan nilai-nilai dasar.

Pada akhirnya, peningkatan kualitas pendidikan adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Tidak ada perubahan instan. Ia seperti menanam pohon: perlu waktu, perawatan, dan ketekunan sebelum berbuah.

Maka, yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar kritik, tetapi komitmen bersama.
Bukan hanya menyalahkan, tetapi ikut mengambil peran.

Karena pendidikan adalah tanggung jawab kita semua—
dan masa depan umat sangat ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

MEMBANGUN CARA BERPIKIR YANG BAIK

Oleh : Humas Persis Bangil

BERKAH RAMADHAN

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter