
Di sebuah sore yang hangat di asrama Pesantren PERSIS Bangil, tiga santri duduk santai di teras. Angin berhembus pelan, membawa suasana tenang setelah seharian belajar.
“Jauh juga ya kita dari rumah,” kata Ahmad, santri asal Merauke sambil tersenyum. “Dari ujung timur Indonesia, sekarang belajar di sini.”
Irfan dari Bima tertawa kecil. “Saya juga. Dulu mikir, ngapain jauh-jauh mondok. Tapi sekarang mulai ngerti… ternyata kita lagi nyiapin sesuatu yang besar.”
“Bukan cuma buat dunia,” sambung Rahmat dari Sulawesi Selatan, “tapi buat akhirat.”
Mereka terdiam sejenak. Bukan karena kehabisan kata, tapi karena kalimat itu terasa dalam.
Ahmad lalu berkata pelan, “Saya tuh kepikiran… sekarang zamannya digital. Semua orang pegang HP, semua bisa bicara, semua bisa berpengaruh. Tapi nggak semua tahu arah.”
Irfan mengangguk. “Iya. Kadang yang viral itu bukan yang bermanfaat. Justru yang bikin lupa tujuan hidup.”
Rahmat menatap langit yang mulai berwarna jingga. “Makanya kita di sini. Belajar agama itu bukan cuma buat diri sendiri, tapi biar nanti kita bisa jadi penunjuk arah. Minimal, nggak ikut tersesat.”
“Setuju,” kata Ahmad. “Saya pengen suatu saat bisa pakai media sosial buat dakwah. Bukan sekadar konten, tapi yang bener-bener ngingetin orang.”
Irfan menimpali, “Konten yang bikin orang inget Allah… bukan cuma ketawa, tapi juga mikir.”
Rahmat tersenyum. “Dan yang paling penting, kita dulu yang jalanin. Jangan sampai ngomong kebaikan, tapi diri sendiri jauh.”
Angin kembali berhembus. Suasana terasa hangat, bukan karena cuaca, tapi karena niat yang sama.
Ahmad menutup obrolan dengan ringan, “Intinya… kita ini lagi investasi. Bukan yang cepat kelihatan hasilnya, tapi yang insyaAllah kekal.”
Irfan mengangguk, “Investasi akhirat, ya.”
Rahmat menambahkan pelan, “Dan semoga dari pesantren ini, kita pulang bukan cuma bawa ilmu… tapi juga bawa arah hidup.”
Mereka bertiga tersenyum. Sederhana, tapi penuh makna.
#santripersis
#persisbangil
#pesantrenpersisbangil
Semoga Dek adek bisa tetap istiqomah dalam menuntut ilmu tapi tetap selalu ingat ilmu padi,tetaplah kalian rendah hati kepada sesama karena ujian demi ujian pasti akan menyapa kalian sebagai bukti keseriusan kalian dalam menuntut ilmu.Dan ujian itu akan silih berganti sebagaimana niat kalian,semakin tinggi niat kalain karena Alloh swt.akan semakin besar pula ujian yang akan menyapa,serius tidak kalian mendekat pada-KU(Alloh swt).
Jangan pernah puas dan bangga tetap semangat belajar’nya,karena belajar itu mudah tapi dalam kita mengamalkannya itu butuh proses dan kesabaran penuh.Tak semua bisa menerima akan ilmu yang kita punya,dan yang ujian terbesar adalah mempraktek’kan pada diri dalam kehidupan sehari”…
Pesan untuk Dek adek,jangan pernah merasa bosan untuk belajar dan selalu berbuat baik,apa’pun itu akan apa yang kalian lihat dengar dan rasa dan bagaimana kalian menyikapi itu juga bentuk proses belajar dalam kisah nyata…
Intinya kalian termasuk hamba” yang beruntung,jadi gunakan kesempatan ini sebaik mungkin…”dan selalu ingat kalian,dirumah dikampung halaman ada harapan besar orang tua kepada kalian semua,jangan buat mereka kecewa.
Ada do’a dan harapan besar tentu’nya pada diri kalian semoga niat baik kalian dan impian kalian dimudahkan jalan menuju ridho’Nya…aamiin.
Dan tak lupa pribadi disini aku berpesan jua buat Dek’ridho,tetap semangat dalam menuntut ilmu,doa’ku selalu menyertai’mu dan terima sudah mau jadi sahabat sekaligus Adek yang baik buat Kakak.
Tinggalkan Komentar