
Di setiap pesantren, ada guru yang mengajarkan ilmu di ruang kelas. Ada pula guru yang mendampingi santri ketika mereka menghadapi kebingungan, menemukan potensi diri, atau menentukan arah masa depannya. Peran itulah yang dijalankan oleh Ustadzah Narisatun Nisa’, S.Pd.
Beliau merupakan alumnus Pesantren PERSIS Bangil tahun 2004. Setelah menyelesaikan pendidikan pesantren, beliau melanjutkan studi pada bidang Bimbingan dan Konseling, sebagai bekal untuk mengabdikan diri dalam mendampingi perkembangan para santri.
Saat ini, beliau bertugas sebagai Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di Pesantren PERSIS Putri Bangil. Dalam kesehariannya, waktu beliau banyak diisi dengan menerima santri yang datang untuk berkonsultasi, mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi, serta membantu mereka menemukan solusi yang tepat. Di pesantren, seorang konselor tidak hanya membantu menyelesaikan masalah, tetapi juga berperan membangun kepercayaan diri, membimbing perkembangan karakter, membantu mengenali bakat dan minat, serta mengarahkan santri agar mampu merencanakan masa depannya dengan lebih baik.
Selain itu, Ustadzah Narisatun juga aktif bersama Tim Nasyath dalam memfasilitasi berbagai kegiatan pengembangan diri santri. Ketika terdapat seminar, perlombaan, olimpiade, maupun kegiatan pengembangan kompetensi lainnya, beliau turut mendorong santri untuk berani mencoba, mengembangkan potensi, dan memperluas pengalaman di luar pembelajaran rutin.
Bertempat tinggal di Kota Pasuruan, beliau setiap hari menjalankan amanah sebagai pendamping sekaligus motivator bagi para santri putri.
Perjalanan pengabdian Ustadzah Narisatun menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengisi pikiran dengan ilmu, tetapi juga tentang membantu setiap santri mengenali kelebihan yang Allah titipkan dalam dirinya.
Sebab seorang guru BK tidak menentukan masa depan santri.
Ia membantu santri menemukan jalan untuk meraih masa depan terbaiknya, dengan bekal ilmu, akhlak, dan rasa percaya diri.
Tinggalkan Komentar