Menu
Info Pesantren
Sabtu, 02 Mei 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Menghargai Pemberian: Menjaga Hati, Menguatkan Ukhuwah

Terbit : Selasa, 28 April 2026 - Kategori : Alumnus / Da'wah / Guru / Kompetisi / Reuni / Santri / walisantri

Menghargai Pemberian: Menjaga Hati, Menguatkan Ukhuwah

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menerima sesuatu dari orang lain—hadiah, bantuan, atau sekadar perhatian kecil. Nilainya mungkin tidak selalu besar, tetapi di balik setiap pemberian, tersimpan niat, kepedulian, dan harapan akan kebaikan. Karena itu, menghargai pemberian bukan sekadar etika sosial, melainkan bagian dari akhlaq mulia yang diajarkan dalam Islam.

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengingatkan agar manusia tidak merusak kebaikan dengan sikap yang menyakiti:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).”
(QS. Al-Baqarah: 264)

Ayat ini tidak hanya berbicara kepada pemberi, tetapi juga mengajarkan bahwa hubungan dalam memberi dan menerima harus dijaga dengan penuh kehalusan hati. Jika pemberi dilarang menyakiti, maka penerima pun semestinya menjaga sikap agar tidak meremehkan atau merendahkan apa yang diterima.

Rasulullah ﷺ juga menegaskan pentingnya menghargai kebaikan sekecil apa pun:

مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ
“Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan bahwa menghargai pemberian orang lain adalah bagian dari rasa syukur kepada Allah. Sebab, sering kali Allah menghadirkan rezeki melalui perantara manusia.

Lebih dari itu, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar tidak meremehkan pemberian sekecil apa pun:

لَا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ
“Janganlah seorang tetangga meremehkan pemberian kepada tetangganya, walaupun hanya berupa kaki kambing.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pesan ini sangat dalam. Nilai sebuah pemberian tidak terletak pada besar kecilnya materi, tetapi pada ketulusan yang menyertainya. Apa yang bagi kita tampak kecil, bisa jadi merupakan pengorbanan besar bagi orang yang memberi.

Karena itu, meremehkan pemberian sama saja dengan merendahkan perasaan orang lain. Lebih jauh lagi, sikap tersebut dapat merusak hubungan dan menghilangkan keberkahan. Islam justru mengajarkan untuk melihat dengan hati, bukan sekadar dengan ukuran materi.

Menghargai pemberian berarti menjaga hubungan baik sesama manusia. Ia mempererat ukhuwah, menumbuhkan rasa saling percaya, dan menghadirkan kehangatan dalam kehidupan sosial. Sebaliknya, sikap merendahkan hanya akan melahirkan jarak, bahkan luka yang sulit terlihat.

Pada akhirnya, setiap pemberian adalah bahasa kebaikan.
Ia mungkin sederhana, tetapi sarat makna.

Maka sambutlah dengan syukur, balaslah dengan doa, dan jagalah dengan adab.
Karena dalam menghargai pemberian orang lain,
kita sedang menjaga kemuliaan diri kita sendiri.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

MEMBUMIKAN AL QURAN

Oleh : Humas Persis Bangil

SIAP AKTIVITAS LAGI

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter