
Bagi seorang santri putra di Pesantren PERSIS Bangil, menjaga penampilan fisik—mulai dari rambut yang dicukur rapi sesuai aturan, pakaian yang bersih dan syar’i, hingga kerapian berpakaian sehari-hari—bukanlah sekadar urusan estetika lahiriah, melainkan manifestasi dari keluhuran akhlak (adab). Sebagai penuntut ilmu syar’i, santri adalah representasi hidup dari nilai-nilai Islam yang mencintai keindahan dan kebersihan. Rambut yang tertata rapi dan pakaian yang rapi tidak hanya menumbuhkan rasa percaya diri serta kedisiplinan pribadi, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan tertinggi terhadap majelis ilmu dan para guru. Dengan menjaga kerapian penampilan, santri putra PERSIS Bangil tidak hanya nyaman dalam belajar, tetapi juga tengah berdakwah melalui keteladanan visual bahwa menjadi seorang ahli ilmu berarti menjadi pribadi yang bersih, tertib, dan berwibawa.
Tinggalkan Komentar