Menu
Info Pesantren
Sabtu, 11 Apr 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Jarum Kecil, Pelajaran Besar

Terbit : Kamis, 19 Maret 2026

Jarum Kecil, Pelajaran Besar

Sore itu suasana asrama putri Pesantren PERSIS Bangil berjalan seperti biasa. Beberapa santri bersiap menuju kegiatan berikutnya. Di depan cermin, seorang santri sedang merapikan kerudungnya. Seperti kebiasaan banyak santri, ia menggigit jarum pentul agar lebih mudah mengatur lipatan jilbab.

Tidak ada yang aneh. Tidak ada yang tergesa. Tidak pula sedang bercanda.

Namun dalam satu detik yang tak terduga, saat ia menelan ludah—
jarum kecil itu ikut tertelan.

“Eh…!” ia terkejut, refleks memegang lehernya.

Teman di sampingnya langsung panik.
“Kamu kenapa?”

“Jarumnya… ketelan…”

Kalimat itu membuat suasana asrama berubah drastis. Beberapa santri langsung berkumpul. Ada yang kaget, ada yang mencoba tetap tenang, ada pula yang mulai berdoa dalam hati.

“Cepat, lapor ke pengasuh!” seru salah satu dari mereka.

Dalam waktu singkat, kabar itu sampai ke pembina asrama. Tanpa menunggu lama, santri tersebut segera dibawa ke IGD RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan medis.

Di dalam mobil, suasana hening. Wajahnya pucat, tetapi ia berusaha tenang. Teman-temannya terus menyemangati.

“InsyaAllah tidak apa-apa… kita doakan ya…”

Sementara itu, pihak pesantren segera menghubungi orang tua. Dengan penuh kehati-hatian disampaikan kabar tersebut, disertai harapan agar tetap tenang dan memperbanyak doa.

Di ruang IGD, tim medis bergerak cepat. Pemeriksaan dilakukan dengan teliti. Semua berharap jarum itu tidak tersangkut di bagian berbahaya dalam sistem pencernaan.

Hari itu menjadi momen yang menegangkan bagi semua—santri, pengasuh, bahkan teman-temannya di asrama.

Namun atas izin Allah, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jarum tersebut berukuran kecil dan tidak tersangkut. Dengan pengawasan medis yang ketat, diputuskan untuk observasi.

Hari demi hari dilalui dengan penuh harap dan doa.

Hingga akhirnya kabar baik datang:
jarum tersebut berhasil keluar secara alami bersama proses tubuh.

“Alhamdulillah…” ucapan syukur terdengar dari banyak pihak.

Suasana yang sebelumnya tegang berubah menjadi lega.

Peristiwa ini menjadi pelajaran besar bagi seluruh santri. Mereka menyadari bahwa hal kecil yang sering dianggap sepele ternyata bisa berisiko besar.

Sejak saat itu, kebiasaan menggigit jarum mulai ditinggalkan. Para santri saling mengingatkan.

“Jangan digigit ya… simpan saja.”

Di balik kejadian yang menegangkan ini, tersimpan hikmah yang dalam:

Bahwa kehati-hatian adalah bagian dari tanggung jawab diri.
Bahwa hal kecil bisa membawa dampak besar.
Dan bahwa dalam setiap ujian, selalu ada pertolongan Allah bagi mereka yang bersabar dan berdoa.

Jarum kecil itu mungkin telah berlalu,
tetapi pelajarannya akan tinggal lama
di hati para santri yang menyaksikannya.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

JANGAN SOMBONG

Oleh : PERSATUAN PELAJAR PERSIS PUTRA

MISYKATUNA “REBORN”

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter