Menu
Info Pesantren
Sabtu, 11 Apr 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Jejak Sunyi Penuntut Ilmu

Terbit : Kamis, 12 Maret 2026

Jejak Sunyi Penuntut Ilmu

Ia datang dari rumah yang sederhana,
dari dapur yang mengepul dengan doa ibu,
dari tangan ayah yang kasar oleh kerja,
namun lembut saat mengusap kepala sebelum berangkat.

“Pergilah mencari ilmu,” kata mereka,
“bawalah pulang keberkahan.”

Di pesantren ia bukan yang paling pandai,
namanya jarang disebut saat nilai tertinggi dibacakan.
Ia duduk di barisan tengah,
mendengarkan dengan sungguh-sungguh,
menyalin pelajaran dengan tulisan yang rapi
meski kadang masih banyak yang belum ia pahami.

Namun ada sesuatu yang tak terlihat oleh angka-angka.

Ia yang pertama mengangkat kursi yang jatuh,
yang terakhir meninggalkan ruang belajar
setelah memastikan lampu telah padam.

Ketika teman sakit,
ia diam-diam menggantikan tugas piketnya.

Ketika kitab teman tertinggal,
ia membawanya pulang agar tidak hilang.

Ia belajar bahwa ilmu bukan hanya hafalan,
tetapi juga amanah yang dijaga dengan hati.

Malam-malamnya panjang,
dipenuhi ayat yang diulang perlahan.
Kadang suaranya lirih,
namun langit tetap mendengarnya.

Ia tahu dirinya bukan bintang di kelas,
tetapi ia ingin menjadi pelita kecil
yang tetap menyala dalam gelap.

Karena ia percaya,
jalan ilmu tidak selalu diukur oleh tepuk tangan,
melainkan oleh kejujuran langkah
dan kesungguhan menjaga amanah.

Dan suatu hari nanti,
ketika ia kembali ke rumah sederhana itu,
ayah dan ibu mungkin tidak bertanya
berapa nilai yang ia dapatkan.

Mereka hanya akan melihat matanya
yang kini lebih teduh,
hatinya yang lebih jujur,
dan langkahnya yang lebih bertanggung jawab.

Di situlah mereka tahu—
anak yang dahulu berangkat membawa harapan,
telah pulang membawa berkah.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter