
Bulan Desember 2025 menjadi waktu yang sangat sibuk bagi santri putri Pesantren PERSIS Bangil. Sejak beberapa hari sebelum acara dimulai, suasana pesantren terasa lebih hidup dari biasanya. Di halaman, di serambi kelas, bahkan di depan asrama, para santri terlihat berdiskusi sambil membawa catatan dan daftar kegiatan.
Semua itu adalah persiapan untuk EKSIS III — Edukasi dan Kreasi Santri PERSIS, kegiatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Pesantren PERSIS Putri (P4P) pada 11–17 Desember 2025.
“Daftar lomba memasaknya sudah hampir penuh!” seru Nabila sambil memegang map berisi formulir peserta.
Di sampingnya, Kaysa sedang menuliskan nama-nama peserta yang baru mendaftar.
“Kalau begini, dapur pesantren pasti ramai sekali nanti,” katanya sambil tertawa.
Tidak jauh dari mereka, Anggun dan Naila sedang memeriksa daftar peserta lomba tahfidz Al-Qur’an.
“Masya Allah, pesertanya banyak sekali,” kata Naila kagum.
Anggun mengangguk.
“Berarti semangat menghafal Al-Qur’an di pesantren kita luar biasa.”
Sementara itu di lapangan, Kamilia bersama beberapa panitia lain sedang mengatur tempat untuk lomba bola kasti dan berbagai game edukasi yang akan memeriahkan acara.
“Garis lapangannya harus jelas ya, supaya nanti tidak membingungkan,” katanya sambil membantu mengukur batas permainan.
Ketika hari pembukaan tiba pada 11 Desember, suasana pesantren berubah menjadi sangat meriah. Aroma masakan dari lomba memasak memenuhi udara. Dari ruang lain terdengar lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca para peserta tahfidz dengan penuh khusyuk.
Di lapangan, suara tawa dan sorakan teman-teman mengiringi pertandingan bola kasti dan berbagai permainan seru.
Namun bagi Nabila, Kaysa, Anggun, Naila, dan Kamilia, pengalaman paling berharga justru terjadi di balik layar.
Mereka belajar mengatur acara, membagi tugas, mengatasi masalah kecil, bahkan saling menyemangati ketika mulai lelah.
Suatu malam setelah rangkaian kegiatan selesai, mereka duduk bersama di serambi asrama.
“Capek juga ya jadi panitia,” kata Kaysa sambil tertawa kecil.
“Tapi rasanya puas,” jawab Nabila.
Anggun menambahkan,
“Kita jadi belajar bahwa bekerja bersama itu ternyata menyenangkan.”
EKSIS III berlangsung hingga 17 Desember 2025, dan ketika acara itu berakhir, para santri menyadari satu hal penting.
Bahwa di pesantren, belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas.
Ia juga hadir dalam kerja sama, kreativitas, dan semangat berkarya bersama.
Dan bagi mereka berlima, EKSIS III bukan hanya sebuah acara.
Ia menjadi kenangan indah tentang persahabatan, perjuangan, dan pengalaman berharga yang akan selalu mereka ingat selama menjadi santri di Pesantren PERSIS Bangil.
Tinggalkan Komentar