Menu
Info Pesantren
Jumat, 10 Apr 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Prestasi Multidimensi: Melampaui Angka, Menemukan Makna

Terbit : Jumat, 27 Februari 2026 - Kategori : Alumnus / Kegiatan / plkj / walisantri

Prestasi Multidimensi: Melampaui Angka, Menemukan Makna

“Eh, kamu sadar nggak sih, kenapa orang selalu ribut soal nilai?” tanya Farhan sore itu di teras asrama.

“Ya karena nilai tinggi katanya tanda anak pintar,” jawab Raka santai.

Farhan tersenyum kecil. “Tapi lihat si Ardi. Nilainya biasa aja. Bahkan sering dibilang malas. Tapi kalau ada kerja bakti, dia paling depan. Kalau ada teman ribut, dia yang menenangkan. Kalau olahraga, dia yang paling tahan. Itu bukan prestasi?”

Obrolan itu terasa jujur. Ardi memang tidak bersinar di rapor, tetapi ia unggul dalam kepemimpinan sosial dan kegiatan fisik. Banyak teman merasa terbantu olehnya. Sayangnya, ukuran keberhasilan sering kali hanya dilihat dari angka.

Dalam perspektif pendidikan nasional, gagasan ini sebenarnya sudah lama dikritisi oleh Ki Hajar Dewantara. Beliau menegaskan bahwa pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat anak agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Artinya, setiap anak memiliki potensi berbeda yang tidak boleh diseragamkan.

Jika norma kesuksesan hanya ditentukan oleh nilai akademik, maka kita sedang mempersempit makna manusia. Kecerdasan itu multidimensi: ada intelektual, sosial, emosional, bahkan fisik. Anak yang terlihat “biasa” di kelas bisa jadi luar biasa dalam empati, ketahanan mental, atau kemampuan memimpin.

“Berarti sukses itu bukan soal ranking?” tanya Raka lagi.

“Bukan cuma itu,” jawab Farhan mantap. “Sukses itu soal menemukan keunggulanmu dan bikin itu bermanfaat.”

Orang tua dan pendidik perlu memperluas cara pandang. Nilai penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran. Prestasi sejati adalah ketika seorang anak tumbuh utuh—cerdas, berkarakter, dan mampu memberi manfaat bagi lingkungannya.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

INFORMASI REUNI 2024

Oleh : Humas Persis Bangil

TAUJIH USBU’IYYAN

Oleh : Humas Persis Bangil

UJIAN MAJELIS

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter