Menu
Info Pesantren
Sabtu, 11 Apr 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

KETIKA KEBENARAN DIANGGAP ANEH SAAT AKHIR ZAMAN

Terbit : Rabu, 4 Maret 2026 - Kategori : Alumnus / Da'wah / plkj

KETIKA KEBENARAN DIANGGAP ANEH SAAT AKHIR ZAMAN
Karnan Baiduri Akbar, Lc., Bidang Sosial Ekonomi PW PERSIS Jawa Timur

 

Islam Akan Kembali Dianggap Asing

Hadits Nabi ﷺ

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing sebagaimana awalnya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.”
(HR. Muslim)

Dalam hadits ini terkandung sejumlah poin diantaranya:

  • Pada awalnya, ajaran tauhid dianggap aneh oleh masyarakat Quraisy.
  • Di akhir zaman, komitmen pada syariat juga akan dianggap aneh.
  • “Al-Ghuraba” adalah orang-orang yang tetap teguh saat mayoritas menyimpang.

Adapun relevansi dengan situasi hari ini:

  • Menjaga hijab dianggap ekstrem.
  • Menolak riba dianggap tidak realistis.
  • Menghindari pergaulan bebas dianggap kolot.

Kebenaran tidak berubah, tetapi persepsi manusia berubah.

Standar Moral Akan Terbalik

Ayat Al-Qur’an mengungkapkan:

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ • مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

“Apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa? Mengapa kamu berbuat demikian? Bagaimana kamu mengambil keputusan?” (QS. Al-Qalam: 35–36)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah membedakan antara yang taat dan yang menyimpang. Namun di akhir zaman, batas itu dikaburkan.

Hadits Nabi ﷺ menyebutkan:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، الْقَابِضُ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti menggenggam bara api.”
(HR. Tirmidzi)

Makna dalam hadits ini yaitu:

  • Mempertahankan agama terasa berat.
  • Tekanan sosial, ekonomi, dan opini publik membuat ketaatan terasa menyakitkan.

Kebenaran Dianggap Kebohongan, Kebatilan Dianggap Kebenaran

Hadits Nabi ﷺ menyebutkan:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya; pendusta dipercaya, orang jujur didustakan; pengkhianat diberi amanah, orang amanah dianggap pengkhianat.”
(HR. Ahmad)

Relevansi:

  • Disinformasi dan manipulasi opini.
  • Popularitas mengalahkan integritas.
  • Algoritma lebih dipercaya daripada ulama.

Ini adalah krisis epistemologi: kebenaran tidak lagi diukur dengan wahyu, tetapi dengan tren.

Penyebab Kebenaran Dianggap Aneh

  • Dominasi hawa nafsu

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ

“Apakah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?” (QS. Al-Jatsiyah: 23)

  • Minimnya ilmu agama
  • Normalisasi kemaksiatan
  • Tekanan sistem global yang sekuler-materialistik

Dampak terhadap Islam dan Kaum Muslimin

  • Terjadi Penyusutan Identitas. Muslim takut menampilkan jati diri karena khawatir dicap ekstrem.
  • Relativisme Moral. Semua dianggap benar menurut versi masing-masing, sehingga standar halal-haram kabur.
  • Umat Terpecah. Perbedaan kecil dibesar-besarkan, sementara ancaman besar diabaikan.
  • Krisis Keteladanan. Figur populer lebih didengar daripada ulama yang lurus.

Sisi Positif: Kualitas Mengalahkan Kuantitas

Walaupun jumlah orang yang teguh mungkin sedikit, nilainya sangat tinggi di sisi Allah.

Di dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman:

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba’: 13)

Dalam sejarah:

  • Nabi Nuh berdakwah 950 tahun, pengikutnya sedikit.
  • Para sahabat awal di Makkah minoritas, tetapi merekalah fondasi peradaban Islam.

Kuantitas bukan ukuran kebenaran.

Sikap yang Harus Diambil

  • Istiqamah

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ

“Maka tetaplah engkau istiqamah sebagaimana diperintahkan.”
(QS. Hud: 112)

  • Menguatkan Ilmu.
  • Membangun komunitas shalih.
  • Tidak inferior terhadap tekanan opini.

Kesimpulan Utama

Ketika kebenaran dianggap aneh:

  • Itu bukan tanda kebenaran melemah,
  • Tetapi tanda zaman mendekati ujungnya.

Orang beriman tidak menyesuaikan wahyu dengan tren,
melainkan menilai tren dengan wahyu.

Justru di masa seperti inilah derajat orang yang teguh menjadi tinggi. Mereka mungkin tampak asing di dunia, tetapi mulia di sisi Allah.

Kebenaran tidak pernah berubah. Yang berubah hanyalah keberanian manusia untuk mengikutinya.

 

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

HIKMAH PUASA SUNNAH

Oleh : Humas Persis Bangil

LOLOS SELEKSI SNBP

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter