
Pesantren PERSIS Bangil menerapkan sistem pembelajaran yang terintegrasi dalam satu kesatuan waktu dan nilai. Setiap hari, kegiatan belajar tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi menggabungkan ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang. Dalam satu hari di kelas, santri dapat mempelajari Tafsir Al-Qur’an, Fiqh, Biologi, hingga Sejarah. Pola ini menunjukkan bahwa pendidikan di pesantren tidak memisahkan antara ilmu dunia dan akhirat, melainkan memadukannya secara harmonis.
Secara teknis, kegiatan formal berlangsung selama enam hari, mulai hari Sabtu hingga Kamis, dengan total delapan jam pelajaran setiap harinya. Proses belajar dimulai pukul 07.00 WIB hingga 12.50 WIB. Di tengah kegiatan, terdapat jeda istirahat pada pukul 09.40 WIB yang dimanfaatkan santri untuk menyegarkan kembali konsentrasi. Setelah kegiatan formal selesai, santri melaksanakan shalat Dhuhr berjamaah sebagai bentuk peneguhan nilai spiritual dalam rutinitas harian.
Hari Jumat menjadi waktu jeda dari kegiatan formal sekolah, yang berfungsi sebagai ruang pemulihan fisik dan mental sekaligus penguatan aktivitas ibadah dan pembinaan non-akademik.
Model pembelajaran seperti ini memiliki dasar argumentatif yang kuat. Pertama, integrasi ilmu agama dan umum membentuk pola pikir yang utuh, sehingga santri tidak mengalami dikotomi pengetahuan. Kedua, durasi belajar yang terstruktur dengan jeda istirahat membantu menjaga efektivitas dan fokus belajar. Ketiga, penguatan ibadah di sela aktivitas akademik menanamkan kesadaran bahwa ilmu harus selaras dengan nilai-nilai spiritual.
Dengan demikian, sistem pembelajaran di Pesantren PERSIS Bangil tidak hanya bertujuan mencetak santri yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berkarakter kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Tinggalkan Komentar