Menu
Info Pesantren
Selasa, 04 Agu 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Dari Pesisir Lamongan Menuju Pengabdian di Pesantren

Terbit : Senin, 3 Agustus 2026 - Kategori : Alumnus / Da'wah / Guru / Santri / walisantri

Ustadz Rifqi Muhammadie, S.Pd.I.

Dari Pesisir Lamongan Menuju Pengabdian di Pesantren

Kabupaten Lamongan, yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, dikenal sebagai daerah yang memiliki tradisi keislaman yang kuat. Selain memiliki banyak pesantren, Lamongan juga melahirkan sejumlah tokoh nasional, salah satunya Syafiq A. Mughni, seorang cendekiawan muslim yang aktif di Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan dikenal melalui kiprahnya dalam dunia pendidikan, pemikiran Islam, dan dialog peradaban.

Dari daerah yang kaya akan tradisi keilmuan itulah lahir Ustadz Rifqi Muhammadie, S.Pd.I.

Beliau menempuh pendidikan di Pesantren PERSIS Bangil dan menamatkannya pada tahun 2010. Masa-masa sebagai santri menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kecintaannya terhadap ilmu syariat. Setelah lulus, beliau melanjutkan perjalanan akademiknya di LIPIA Jakarta, sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan strata satu di STIT Muhammadiyah Bangil.

Perjalanan pengabdian beliau tidak langsung kembali ke almamater. Beliau pernah mendapat amanah mengajar di sebuah lembaga pendidikan di Medan Polonia, Sumatera Utara, yang didirikan oleh Sujianto, seorang purnawirawan Angkatan Udara Republik Indonesia yang berasal dari Madiun dan kemudian menetap di Medan. Pengalaman tersebut memperkaya wawasan beliau tentang dinamika pendidikan Islam di berbagai daerah di Indonesia.

Namun sebagaimana banyak alumni Pesantren PERSIS Bangil, hati beliau kembali tertambat kepada tempat yang pernah membentuk dirinya. Beliau pun kembali ke Bangil untuk mengabdikan ilmu dan pengalamannya kepada generasi santri berikutnya.

Saat ini, Ustadz Rifqi mengampu mata pelajaran Fiqih, ilmu yang membimbing santri memahami tata cara beribadah dan bermuamalah berdasarkan dalil yang benar. Bagi beliau, fiqih bukan sekadar kumpulan hukum, tetapi pedoman agar seorang muslim mampu menjalani kehidupan dengan ilmu, keseimbangan, dan tanggung jawab.

Selain mengajar di kelas, beliau juga dipercaya sebagai pengasuh asrama. Amanah ini menjadikan beliau hadir lebih dekat dengan kehidupan para santri. Di asrama, pendidikan berlangsung selama dua puluh empat jam. Seorang pengasuh bukan hanya mengawasi kedisiplinan, tetapi juga menjadi tempat bertanya, memberi nasihat, membangun kebiasaan baik, dan mendampingi proses pendewasaan para santri.

Perjalanan Ustadz Rifqi memperlihatkan bahwa pendidikan tidak mengenal batas geografis. Dari Lamongan yang kaya tradisi pesantren, menuju Jakarta untuk memperluas wawasan, kemudian mengabdi di Medan, hingga akhirnya kembali ke Bangil sebagai guru dan pembina asrama.

Setiap tempat memberikan pengalaman.

Setiap perjalanan memberikan pelajaran.

Namun semua pengalaman itu menemukan maknanya ketika kembali dipersembahkan untuk mendidik generasi berikutnya.

Itulah esensi pengabdian seorang guru.

Bukan sekadar sejauh mana ia pernah melangkah, tetapi sejauh mana perjalanan itu mampu melahirkan manfaat bagi para santri yang kini berada di hadapannya.

Dengan keteladanan, kesabaran, dan komitmennya dalam mengajar fiqih serta membina kehidupan asrama, Ustadz Rifqi Muhammadie menjadi bagian dari estafet panjang pendidikan di Pesantren PERSIS Bangil—estafet yang tidak hanya mewariskan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan semangat pengabdian kepada umat.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

KOKOH DALAM PENJAGAAN AKHLAK

Oleh : Humas Persis Bangil

DA’I ITU ISTIMEWA

Oleh : Humas Persis Bangil

KOMPETISI SILAT

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter