Menu
Info Pesantren
Senin, 10 Agu 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Logika Matematika, Ketekunan dalam Pengabdian

Terbit : Senin, 10 Agustus 2026 - Kategori : Da'wah / Guru / karyawan / Santri / walisantri

Bambang Priyono, S.Si.

Logika Matematika, Ketekunan dalam Pengabdian

Matematika mengajarkan ketelitian, keteraturan, dan kemampuan memecahkan persoalan. Nilai-nilai itulah yang juga tercermin dalam perjalanan pengabdian Bambang Priyono, S.Si., guru Matematika di Pesantren PERSIS Putra Bangil.

Beliau lahir di Sidoarjo dan merupakan alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dengan latar belakang pendidikan sains dan teknologi tersebut, beliau kemudian memilih jalur pendidikan sebagai ruang pengabdian.

Sekitar tahun 2003, beliau mulai mengabdikan diri di Pesantren PERSIS Bangil. Lebih dari dua dekade berada di lingkungan pesantren tentu memberikan pengalaman panjang dalam mendampingi berbagai generasi santri. Dari waktu ke waktu, tantangan pendidikan berubah, tetapi semangat untuk mendidik tetap menjadi bagian dari perjalanan beliau.

Selain mengajar Matematika, beliau juga mendapat amanah secara administratif sebagai Kepala MA PERSIS Putra. Amanah ini menuntut kemampuan untuk tidak hanya memahami proses pembelajaran, tetapi juga mengelola berbagai aspek pendidikan di tingkat madrasah.

Matematika mengajarkan bahwa setiap persoalan memiliki jalan penyelesaian apabila dihadapi dengan ketelitian dan cara berpikir yang tepat. Demikian pula dalam pendidikan: tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan cara yang sama. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, evaluasi, dan keberanian untuk terus memperbaiki keadaan.

Dari ruang kelas Matematika hingga ruang pengelolaan madrasah, perjalanan Bambang Priyono menunjukkan bahwa ilmu dapat menjadi jalan pengabdian.

Lebih dari sekadar mengajarkan angka dan rumus, beliau ikut membentuk cara berpikir santri agar terbiasa berpikir runtut, teliti, dan bertanggung jawab.

Dan setelah lebih dari dua puluh tahun mengabdi, jejak itu tidak hanya tercatat dalam administrasi pesantren, tetapi juga dalam perjalanan generasi santri yang pernah belajar di bawah bimbingannya.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

KESEMPATAN BEASISWA KULIAH

Oleh : Humas Persis Bangil

INSPIRASI KEBAIKAN

Oleh : Humas Persis Bangil

PERTEMUAN KETIGA

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter