Menu
Info Pesantren
Jumat, 07 Agu 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Keteladanan yang Hidup dalam Pengabdian

Terbit : Kamis, 6 Agustus 2026 - Kategori : Da'wah / Guru / Kegiatan / Santri

Almarhum Ustadz Bagus Santoso Dwi Atmoko, Drs.

Keteladanan yang Hidup dalam Pengabdian

Di dunia pendidikan, ada guru yang dikenang karena kepandaiannya mengajar. Ada pula yang dikenang karena ketulusan hadir dan kesediaannya memberi manfaat tanpa banyak bicara. Sosok itu melekat pada Almarhum Ustadz Bagus Santoso Dwi Atmoko, Drs.

Beliau mengabdikan diri sebagai guru mata pelajaran Ekonomi di Pesantren PERSIS Bangil. Berdomisili di Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, jarak yang harus ditempuh menuju Bangil tidak pernah mengurangi semangat beliau untuk menunaikan amanah sebagai pendidik.

Rekan-rekan guru mengenal beliau sebagai pribadi yang ringan tangan dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Tidak jarang, ketika ada guru lain yang berhalangan hadir, beliau dengan sigap menyesuaikan jadwal, berangkat dari rumah menuju pesantren agar proses belajar mengajar tetap berlangsung sebagaimana mestinya. Bagi beliau, kehadiran di hadapan para santri bukan sekadar memenuhi jadwal, melainkan bagian dari amanah yang harus dijaga.

Di ruang guru, beliau juga meninggalkan kenangan yang hangat. Beberapa kali beliau menyiapkan kupang, kuliner khas pesisir Sidoarjo, untuk dinikmati bersama para guru. Hidangan sederhana itu menjadi lebih bermakna karena disajikan dengan keikhlasan dan semangat kebersamaan. Dari meja makan itulah terjalin persaudaraan, canda, dan ukhuwah yang hingga kini masih dikenang.

Pada bulan Ramadhan tahun 2024 (13 Maret 2024), Allah memanggil beliau kembali ke hadirat-Nya. Kepergian beliau meninggalkan duka bagi keluarga besar Pesantren PERSIS Bangil, namun juga meninggalkan teladan yang terus hidup dalam ingatan.

Pengabdian Almarhum Ustadz Bagus mengajarkan bahwa menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi pelajaran.

Menjadi guru adalah tentang selalu siap hadir ketika dibutuhkan, menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta menghadirkan kehangatan yang menguatkan persaudaraan.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima seluruh amal saleh beliau, melapangkan kuburnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di sisi para hamba-Nya yang beriman dan berilmu.

“Sesungguhnya yang paling lama dikenang dari seorang guru bukanlah suaranya di dalam kelas, melainkan keteladanan yang ia tinggalkan di dalam hati murid dan sahabat-sahabatnya.”

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

TES PENERIMAAN SANTRI BARU GEL. 1

Oleh : Humas Persis Bangil

AL UKHUWAH

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter