Menu
Info Pesantren
Sabtu, 15 Agu 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

WAJAH PENJAJAHAN: KORUPSI

Terbit : Sabtu, 15 Agustus 2026 - Kategori : Da'wah / Kegiatan / Santri

Nak! Setiap bulan Agustus, kita melihat bendera Merah Putih berkibar. Lagu kemerdekaan dinyanyikan, perlombaan digelar, dan jalan-jalan dihiasi warna merah putih. Tetapi pernahkah kau bertanya, Nak, apa sebenarnya arti kemerdekaan? Apakah merdeka hanya berarti bebas dari penjajahan bangsa lain?

Nak! Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Kita patut bersyukur atas nikmat besar itu. Para pejuang dahulu mengorbankan tenaga, harta, bahkan nyawa agar generasi setelahnya dapat hidup bebas dan menentukan masa depan sendiri. Kemerdekaan bukan hadiah yang boleh kita sia-siakan.

Nak! Namun hari ini kita masih melihat sesuatu yang menyedihkan. Ketika uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, jalan, dan kesejahteraan justru disalahgunakan, bukankah itu bentuk penjajahan yang lain? Korupsi mungkin tidak membawa tentara asing ke negeri kita, tetapi akibatnya rakyat tetap dirugikan oleh keserakahan manusia.

Nak! Korupsi adalah perbuatan yang tidak bisa dianggap biasa. Ketika seseorang mengambil sesuatu yang bukan haknya, ia bukan hanya merugikan negara. Ia juga mengambil kesempatan orang lain untuk mendapatkan pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang baik, atau kehidupan yang lebih sejahtera. Karena itu, melawan korupsi adalah bagian dari menjaga kemerdekaan.

Nak! Sebagai santri kelas satu, mungkin kita belum bisa melakukan hal-hal besar. Kita belum menjadi pejabat, pengusaha, atau pemimpin bangsa. Tetapi kita bisa memulai dari hal sederhana: jujur ketika ujian, tidak mengambil hak teman, menjaga amanah, dan tidak membiasakan diri mencari keuntungan dengan cara yang salah.

Nak! Maka, mari kita syukuri Agustus bukan hanya dengan upacara dan perlombaan. Syukur yang sebenarnya adalah menjaga hasil perjuangan para pahlawan. Jangan sampai Indonesia merdeka dari penjajahan asing, tetapi manusia Indonesia justru menjajah sesamanya melalui korupsi, keserakahan, dan penyalahgunaan amanah.

Nak! Merah Putih bukan sekadar warna pada bendera. Ia adalah pengingat bahwa kemerdekaan harus dijaga dengan kejujuran. Jika suatu hari kita menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang amanah. Jika menjadi orang kaya, jangan mengambil hak orang lain. Jika menjadi rakyat biasa, tetaplah jujur. Sebab Indonesia yang benar-benar merdeka adalah Indonesia yang rakyatnya bebas dari penjajahan sekaligus bebas dari keserakahan.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

MINUMAN REMPAH SANTRI

Oleh : Humas Persis Bangil

TAUJIH PASCA LIBURAN

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter