Menu
Info Pesantren
Minggu, 23 Agu 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Jika Tahu Jauhnya Perjalanan, Bersiaplah

Terbit : Kamis, 20 Agustus 2026 - Kategori : Da'wah / Guru / Kegiatan / plkj / Santri / walisantri

Jika Tahu Jauhnya Perjalanan, Bersiaplah

Ada sebuah ungkapan mahfuzhat yang sederhana tetapi dalam maknanya:

مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اسْتَعَدَّ

“Barang siapa mengetahui jauhnya perjalanan, ia akan mempersiapkan bekal.”

Nak, bayangkan seseorang hendak melakukan perjalanan jauh. Ia tentu tidak akan berangkat hanya dengan pakaian yang melekat di badan. Ia akan memikirkan bekal, makanan, pakaian, uang, kendaraan, bahkan kemungkinan-kemungkinan yang akan dihadapi di perjalanan. Mengapa? Karena ia tahu bahwa perjalanan itu panjang. Orang yang memahami jauhnya perjalanan akan lebih serius mempersiapkan dirinya.

Nak, begitu pula perjalananmu sebagai seorang santri. Ketika pertama kali masuk pesantren, mungkin engkau berpikir, “Yang penting saya bisa mengikuti kegiatan.” Padahal perjalanan menjadi santri bukan hanya tentang melewati hari ini. Ada ilmu yang harus dikuasai, hafalan yang harus dijaga, adab yang harus dibentuk, kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan, dan cita-cita besar yang harus dipersiapkan.

Nak, kalau engkau tahu bahwa perjalanan menuntut ilmu itu panjang, engkau tidak akan mudah mengeluh hanya karena satu pelajaran terasa sulit. Engkau tidak akan cepat menyerah hanya karena hafalan belum lancar. Engkau juga tidak akan kecewa hanya karena hari ini belum mendapatkan prestasi. Semua itu adalah bagian dari perjalanan.

Nak, orang yang tahu perjalanan hidupnya panjang akan belajar mengatur langkah. Ia tidak menghabiskan seluruh tenaga di awal lalu kehabisan semangat di tengah jalan. Ia belajar istiqamah. Sedikit demi sedikit, tetapi terus berjalan. Hari ini satu halaman. Besok bertambah lagi. Hari ini belajar disiplin. Besok belajar lebih bertanggung jawab. Dari kebiasaan kecil itulah karakter besar terbentuk.

Nak, pesan penting dari mahfuzhat ini bukan sekadar tentang perjalanan yang jauh. Filosofinya adalah persiapan menghadapi masa depan. Jangan menunggu ujian datang baru belajar. Jangan menunggu kehilangan kesempatan baru menyesal. Jangan menunggu dewasa baru belajar bertanggung jawab. Persiapkan dirimu sejak sekarang.

Nak, pesantren adalah tempat mempersiapkan bekal itu. Ilmu adalah bekal. Iman adalah bekal. Akhlak adalah bekal. Kedisiplinan adalah bekal. Kesabaran adalah bekal. Bahkan pengalaman ketika diminta membersihkan kamar, membantu teman, menjadi petugas masjid, mengikuti kegiatan, atau menyelesaikan tugas yang terasa berat—semuanya sedang mengajarkanmu membawa bekal kehidupan.

Nak, suatu hari engkau akan meninggalkan pesantren dan memasuki perjalanan yang jauh lebih luas. Saat itu, tidak selalu ada ustadz yang mengingatkanmu untuk bangun, belajar, shalat, atau menyelesaikan amanah. Engkau akan berhadapan dengan pilihanmu sendiri. Maka manfaatkan masa pesantren untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Nak, jangan takut karena perjalanan masih panjang. Bersyukurlah karena masih diberi kesempatan untuk mempersiapkan bekal. Sebab orang yang mengetahui jauhnya perjalanan tidak akan sibuk bertanya, “Kapan sampai?” Ia akan bertanya, “Sudah cukupkah bekalku?”

Dan selama engkau masih berjalan, teruslah belajar, teruslah berlatih, teruslah memperbaiki diri. Karena perjalanan menuju masa depan yang baik memang panjang, tetapi setiap langkah yang ditempuh dengan ilmu, iman, kesabaran, dan keikhlasan akan menjadi bagian dari bekal yang sangat berharga.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

STOP PERUNDUNGAN

Oleh : Humas Persis Bangil

KERAJINAN TANGAN

Oleh : Humas Persis Bangil

CALON ULAMA ENSIKLOPEDI

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter