Menu
Info Pesantren
Jumat, 07 Agu 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

Mengajarkan Fisika, Menumbuhkan Kekaguman kepada Ciptaan Allah

Terbit : Rabu, 5 Agustus 2026 - Kategori : Da'wah / Guru / Kegiatan / Santri / walisantri

Ustadzah Sugiyanti, S.Pd.

Mengajarkan Fisika, Menumbuhkan Kekaguman kepada Ciptaan Allah

Ilmu pengetahuan tidak pernah bertentangan dengan keimanan. Justru melalui ilmu, manusia semakin diajak mengenal kebesaran Sang Pencipta. Semangat itulah yang tercermin dalam pengabdian Ustadzah Sugiyanti, S.Pd., guru Fisika di Pesantren PERSIS Bangil.

Beliau lahir di Madiun, kemudian mengabdikan diri sebagai pendidik di Pesantren PERSIS Bangil. Saat ini beliau menetap di Kelurahan Pogar, Bangil, bersama keluarga yang juga dekat dengan dunia pendidikan. Suami beliau berprofesi sebagai guru, sementara salah satu putrinya merupakan alumnus Pesantren PERSIS Putri Bangil yang kini mengabdi sebagai dokter di Kabupaten Gresik. Jejak keluarga ini menjadi gambaran bahwa pendidikan adalah investasi yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.

Di lingkungan pesantren, Ustadzah Sugiyanti mengampu mata pelajaran Fisika sekaligus mendapat amanah sebagai Wali Kelas 3. Sebagai wali kelas, beliau tidak hanya mengawal perkembangan akademik santri, tetapi juga mendampingi pembentukan karakter, kedisiplinan, serta menjadi penghubung antara santri, guru, dan orang tua.

Mengajarkan Fisika di pesantren memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membahas gaya, energi, atau gerak benda. Fisika mengajak santri memahami keteraturan alam semesta, hukum-hukum yang Allah tetapkan pada ciptaan-Nya, serta pentingnya berpikir logis dan teliti. Dari peredaran matahari dan bulan yang menjadi dasar penentuan waktu salat dan kalender hijriah, hingga prinsip-prinsip cahaya, suara, dan gravitasi, semuanya memperlihatkan bahwa alam bekerja dengan ketetapan yang penuh hikmah.

Melalui pelajaran Fisika, santri belajar bahwa semakin dalam seseorang memahami alam, semakin besar pula rasa syukur dan kekagumannya kepada Allah. Ilmu pengetahuan tidak menjauhkan manusia dari agama, tetapi justru menguatkan keyakinan bahwa seluruh alam semesta berjalan dalam aturan-Nya.

Pengabdian Ustadzah Sugiyanti menjadi pengingat bahwa seorang guru tidak hanya mengajarkan rumus dan teori.

Ia juga menanamkan cara berpikir yang teliti, rasa ingin tahu yang sehat, dan keyakinan bahwa setiap hukum alam adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah yang layak dipelajari, direnungkan, dan dijadikan jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.

Artikel Lainnya

Oleh : Humas Persis Bangil

LEARNING BY DOING

Oleh : Humas Persis Bangil

KUNJUNGAN SANTRI AT TAQWA DEPOK

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter