
Tidak semua pengabdian di pesantren terlihat dari ruang kelas, mimbar, atau meja kantor. Ada pekerjaan yang dilakukan setiap hari, sering kali tanpa sorotan, tetapi keberadaannya sangat menentukan kenyamanan seluruh warga pesantren.
Salah satunya adalah Pak Harjono, yang bertugas menjaga kebersihan lingkungan Pesantren PERSIS Bangil.
Keseharian beliau mungkin sederhana. Namun dari pekerjaan itulah lingkungan pesantren tetap terawat, bersih, dan nyaman digunakan oleh santri, guru, serta seluruh warga pesantren.
Peran tenaga kebersihan tidak semestinya dipandang sebagai pekerjaan pelengkap. Kebersihan merupakan bagian dari budaya pendidikan. Lingkungan yang bersih membantu menciptakan suasana belajar yang sehat, tertib, dan nyaman.
Meski kondisi kesehatan beliau kadang terganggu, Pak Harjono tetap berupaya menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan ketekunan dan kesungguhan, beliau terus mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan pesantren.
Ia mungkin tidak selalu berada di tengah kegiatan belajar mengajar, tetapi hasil pekerjaannya dirasakan oleh semua orang yang datang dan beraktivitas di pesantren.
Ketika beliau benar-benar tidak bisa hadir karena sakit, barulah terasa betapa pentingnya peran dan jasa beliau.
Begitulah kira-kira posisi Pak Harjono.
Ketika halaman bersih, ruang-ruang nyaman, dan lingkungan pesantren terawat, mungkin tidak banyak yang bertanya siapa yang mengerjakannya.
Namun di balik semua itu ada tangan yang bekerja, ada ketekunan yang dijaga, dan ada amanah yang berusaha ditunaikan meski dalam keterbatasan.
Karena itu, pengabdian tidak selalu diukur dari seberapa besar pekerjaan terlihat, tetapi dari seberapa besar manfaat yang ditinggalkannya.
Dan Pak Harjono adalah bagian dari mereka yang bekerja dalam diam, tetapi memberi arti penting bagi kehidupan Pesantren PERSIS Bangil.
Tinggalkan Komentar