Menu
Info Pesantren
Sabtu, 11 Apr 2026
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur
  • Putra: Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 223 - Gempeng - Telp. 0343-741932 | Putri: Jl. Pattimura No. 185 - Pogar - Telp. 0343-742891 | email: pesantrenpersisbangil@gmail.com | Bangil | Pasuruan | 67153 | Jawa Timur

AKSI IX: Berbuat Terbaik Meski dengan Keterbatasan

Terbit : Kamis, 12 Maret 2026

AKSI IX: Berbuat Terbaik Meski dengan Keterbatasan

Suasana malam di halaman Pesantren PERSIS Bangil terasa sedikit lebih sibuk dari biasanya. Beberapa santri terlihat duduk melingkar sambil memegang catatan kegiatan.

“Jadi benar, kita tetap laksanakan AKSI tahun ini?” tanya Royyan sambil melihat daftar perlombaan.

Panji mengangguk mantap.
“Sudah tahun ke-9. Masa kita berhenti hanya karena persiapannya mepet?”

Di samping mereka, Nayaka sedang menuliskan beberapa kebutuhan kegiatan.

“Masalahnya bukan cuma waktu,” katanya pelan. “Biaya juga terbatas.”

Zulfikar tersenyum sambil menepuk buku catatan di tangannya.

“Kalau kita menunggu semuanya sempurna, mungkin acara ini tidak akan pernah terjadi.”

Percakapan mereka adalah bagian dari kesibukan Persatuan Pelajar Pesantren PERSIS (P3P) yang sedang menyiapkan AKSI — Ajang Kreasi Santri PERSIS. Meski persiapan terasa sangat singkat, mereka tetap bertekad melaksanakan kegiatan yang akan berlangsung 12 sampai 19 Desember 2025.

“Yang penting kita berusaha maksimal,” kata Amir yang baru datang membawa beberapa lembar proposal.

Di sudut lain, Ladit sedang mengatur jadwal pertandingan turnamen futsal.

“Kalau debatnya pagi, futsalnya sore. Biar tidak bentrok,” ujarnya.

Hari demi hari berlalu dengan cepat. Spanduk sederhana dipasang. Lapangan dibersihkan. Ruang kelas disiapkan untuk lomba debat, baca puisi, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya.

Ketika hari pertama dimulai, suasana pesantren berubah menjadi sangat hidup. Suara tepuk tangan terdengar dari ruang debat, sementara sorakan santri memeriahkan pertandingan futsal di lapangan.

Meski ada beberapa kekurangan, semangat para santri tidak pernah berkurang.

Puncak acara tiba pada 19 Desember 2025. Malam itu, halaman pesantren dipenuhi para santri yang menyaksikan drama penutupan yang dimainkan oleh Nabil dan kawan-kawan dari kelas 5.

Ketika drama berakhir, tepuk tangan panjang menggema.

Royyan menoleh kepada Panji.

“Capek ya,” katanya sambil tertawa kecil.

Panji mengangguk.

“Tapi kita berhasil.”

Nayaka yang berdiri di dekat mereka berkata dengan tenang,

“Kita belajar satu hal dari AKSI tahun ini. Tanggung jawab bukan tentang memiliki semua yang kita butuhkan, tapi tentang melakukan yang terbaik dengan apa yang kita punya.”

Dan malam itu, di tengah keterbatasan waktu dan biaya, para santri P3P menyadari bahwa usaha terbaik mereka telah menjadikan AKSI IX tetap hidup dan bermakna.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Flag Counter